Ekspor
Sulut Ekspor Tepung Kelapa ke Jerman
Sulut telah mengeskpor tepung kelapa ke Jerman sebanyak 66 ton.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Walaupun Jerman sedang mempertimbangkan bailout kepada negara Spanyol, namun, ekspor tepung kelapa Sulut ke Jerman tidak terpengaruh dengan situasi tersebut. Sulut telah mengeskpor tepung kelapa ke Jerman sebanyak 66 ton.
"Situasi yang terjadi di eropa tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan sulut kesana. bahkan dengan hasil ekspor tersebut berhasilmendatangkan devisa sebesar 95.355 Dollar Amerika," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Sanny Parengkuan, kepada sejumlah media, pada akhir minggu lalu.
Selain mengekspor ke Jerman, Sulut juga mengekspor komoditi yangs ama di negara eropa lainnya yakni Rusia sebanyak 104 ton. Hasil ekspor tersebut berhasil mendatangkan devisa bagi Sulut sebesar 135.200 Dollar.
"Dari kedua negara tersebut, ekspor Sulut untuk komoditi tepung kelapa dalam minggu ini telah mencapai sebesar 230.555 Dollar dengan volume sebesar 170 ton. Ini menandakan ekspor tepung kelapa ke eropa selama ini terus mengalami tren peningkatan setiap tahunnya," ujarnya.
Menurut Sanny, di tengah krisis keuangan global melanda beberapa negara maju yang sebelumnya jadi pembeli komoditas Sulut. Justru hal ini tidak menjadikan ekspor tepung kelapa kesana berkurang, justru semakin baik.
"ini merupakan suatu pelung bagi Sulut untuk terus meningkatkan hasil komoditas tepung kelapa, khususnya bagi para petani. Dan ini menjadi komoditas andalan bagi Sulut di tahun yang akan datang," ucap Sanny.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut, Hanny Wajong mengatakan, Jerman termasuk pasar non tradisional yang berkembang pesat.
"Tren peningkatan volume ekspor ke Jerman beberapa tahun belakangan, sesuatu yang menggembirakan, apalagi di tengah upaya pemerintah daerah mendorong ekspor ke pasar non tradisional," kata Hanny.