Pilkada Jakarta
Warga Jakarta Memilih
Hari Ini, Rabu, 11 Juli 2012, warga DKI Jakarta memilih gubernur dan wakil gubernur yang dinilai paling tepat memimpin Ibu Kota
”Pemilih, KPPS, PPS, ataupun PPK di Rawabadak Selatan tidak akan mempermasalahkan itu. Mereka akan tetap melaksanakan pemungutan suara,” lanjutnya.
Ketua Media Center Tim Pemenangan Hidayat-Didik, Hartono, berharap semua warga DKI Jakarta dapat menggunakan hak suaranya. Perlu dicarikan jalan keluar terhadap warga yang belum masuk atau belum mendapat undangan pemilihan, tetapi memiliki KTP yang sah dan jelas.
”Warga yang belum masuk DPT dan tak terima undangan itu bisa jadi merupakan pemilih potensial untuk semua pasangan calon. Harus ada jalan keluar yang adil agar mereka tetap bisa memilih. Kalau punya KTP, penduduk tetap, dan jelas tempatnya, semestinya warga itu bisa memilih,” lanjutnya.
DPS dan KTP
Ketua KPU DKI Jakarta Dahliah Umar mengatakan, pihaknya masih menelusuri letak kekacauan distribusi surat undangan dan kartu pemilih.
Sebagai solusi dari kekacauan ini, anggota KPU DKI Jakarta, Sumarno, mengatakan, pemilih yang terdaftar dalam DPS, tetapi tidak menerima surat undangan atau kartu pemilih, masih tetap bisa memberikan hak pilihnya dalam pemungutan suara.
”Syaratnya, pemilih ini terdaftar di DPS dan bisa menunjukkan KTP atau kartu keluarga yang asli ke TPS terdekat,” ujarnya.
Sumarno juga memastikan tinta penanda pemilih memiliki tingkat konsentrat tinggi sehingga bisa menempel di jari pemilih selama 3-4 hari. Tanda tinta di jari ini merupakan salah satu instrumen pengawas untuk mencegah satu orang memakai hak pilihnya lebih dari satu kali.
”Petugas KPPS juga kami minta untuk membersihkan jari pemilih sebelum dicelupkan ke tinta. Ini untuk mencegah pemilih melapisi jarinya dengan zat tertentu sebelum dicelupkan ke tinta sehingga memudahkan tinta hilang,” katanya.
Menyusul adanya perubahan jumlah DPT, Senin, KPU DKI Jakarta juga menyatakan telah mengeluarkan surat edaran ke KPU tingkat kota/kabupaten.
”Senin malam, kami langsung memberitahukan keputusan terbaru KPU Jakarta tentang DPT ke petugas di lapangan,” ujar Dahliah.
Dalam rapat pleno, Senin lalu, KPU Jakarta mencoret 21.344 pemilih. Dengan pencoretan ini, jumlah pemilih di DPT Jakarta menjadi 6.962.348 orang.
Foto hasil perolehan suara
Indonesia Corruption Watch dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta mengimbau warga agar berperan aktif mengawal hasil penghitungan suara.
”Salah satunya dengan memotret perolehan suara di setiap TPS. Hasil ini akan menjadi database warga untuk mengawal penghitungan suara,” ujar Abdullah Dahlan, Ketua Divisi Korupsi Politik ICW.