Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Komunitas

Komunitas Levitasi Hore Manado

Komunitas Levitasi Fotografi Indonesia kini hadir di Kota Manado yang dikenal dengan Levitasi Hore Manado

Editor: Andrew_Pattymahu
Komunitas Levitasi Fotografi Indonesia kini hadir di Kota Manado yang dikenal dengan Levitasi Hore Manado. Dalam komunitas ini diajarkan teknik bergaya dan mengambil foto sehingga terlihat sedang melayang di udara.

Ketua Komunitas Levitasi Hore Manado, Trina Tallei mengatakan, Komunitas Levitasi Hore Manado merupakan komunitas para pecinta fotografi, tetapi dengan hasil gambar yang sedikit berbeda dari biasanya.
“Foto levitasi dilakukan oleh model yang melompat dan membuat pose seolah-olah model tersebut tampak melayang. Hasil foto levitasi ini terlihat lebih natural tanpa diedit, ” jelasnya kepada Tribun Manado, Minggu (1/7).
Trina mengungkapkan, awal dibentuknya Komunitas Levitasi Fotografi Indonesia, karena ada beberapa generasi muda di Jakarta yang terinspirasi dengan beberapa artis Jepang yang hobi  melakukan foto levitasi. Pada akhirnya disukai oleh banyak orang sehingga dibentuk suatu komunitas.
“ Komunitas levitasi hore telah ada di Indonesia sejak Desember 2011 dan sudah ada di beberapa kota seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, medan, Makassar, Palembang Sukabumi, Tangerang. Di Kota Manado sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak Februari 2012 namun baru diresmikan pada 29 Juni 2012 yang disebut dengan Komunitas Levitasi Hore Manado, dengan jumlah anggota masih 6 orang yang terdiri dari siswa SMA dan mahasiswa, ” katanya
Menurutnya, banyak manfaat yang diperoleh oleh anggota komunitas ini. Karena ada beberapa teknik foto levitasi yang akan diajarkan. Seperti tips membuat foto levitasi tanpa editing dan teknik mengambil foto yang benar.
“Fotografi levitasi berbeda dengan Jump Shot yang hanya sekadar memperlihatkan model yang melompat atau berlari sambil melompat. Berbeda pula dengan foto orang yang sedang terpental karena dipukul atau ditendang. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan melayang alami melawan gravitasi, ” ujar Trina
 
Trina menuturkan, foto levitasi bisa dihasilkan dengan dua cara yaitu tanpa editing  dan dengan editing (Photoshop Trick). Untuk menghasilkn foto levitasi yang bagus, ekspresi wajah juga sangat menentukan untuk hasil foto levitasi yang bagus. Selain itu posisi tangan juga harus disesuaikan dengan gerakan yang dilakukan oleh model.
 
“Saat melakukan foto levitasi, model harus berekspresi sewajarnya sesuai dengan konsep kegiatan yang sedang dilakukan, tidak perlu berlebihan. Lebih bagus jika model tidak melihat ke kamera (kesan candid), ” katanya
 
Ia menjelaskan, foto levitasi bisa diaplikasikan ke berbagai tema dengan mempergunakan aksesoris yang mendukung dan mencari lokasi foto yang unik serta dapat dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa (kamera ponsel, pocket cam), namun lebih tricky karena hanya mengandalkan ketepatan menekan tombol rana saat model melompat.
 
“Hasil foto levitasi akan terlihat lebih menarik, apabila kita melakukannya dengan sesuatu yang berbeda dan unik. Umumnya sih berlevitasi memakai sapu, vacum cleaner, payung atau buku. Boleh berlevitasi sambil angkat TV atau bahkan kulkas kalau kuat. Keren juga kalau bikin foto levitasi sambil belanja di pasar, waktu memasak di dapur, atau di pinggir jalan waktu mau naik bajaj, ” ujar Trina
 
Trina mengatakan, dalam komunitas ini, memberikan banyak manfaat bagi para anggotanya. Karena memberikan kepuasan tersendiri bagi para model maupun fotografer pada saat hasil fotonya sesuai dengan harapan.
“Komunitas ini dibentuk sebagai media untuk menyalurkan hobi dan bakat serta meningkatkan kreatifitas para anggotanya, siapa saja boleh bergabung dengan kami, karena komunitas ini terbuka untuk umum mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Caranya follow  twitter kami yaitu @levitasihoremanado atau melalui alamat email levitasihore@gmail.com, ” ungkapnya
Ia menambahkan, dalam komunitas ini para anggota akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok model dan fotografer.
“Bagi anggota yang tidak memiliki kamera, tidak perlu kuatir  karena mereka bisa menjadi modelnya. Sedangkan bagi yang memiliki kamera bisa menjadi fotografer , ” katanya
Silvester, anggota Komunitas Hore Manado mengaku, senang ikut dalam komunitas ini. Karena memberikan kepuasan tersendiri baginya. Apalagi pada saat mendapatkan hasil foto yang bagus.
“Harus diakui tidak mudah mendapatkan hasil foto yang kita inginkan, sebagai model saya harus mengulangi gerakan sampai belasan kali baru bisa mendapatkan hasil yang terbaik sampai kesan melayang itu dapat. Karena model dan fotografernya harus kompak, agar hasil foto levitasi telihat lebih menarik, ” katanya
Ia menambahkan, komunitas ini bisa dijadikan sebagai media untuk bersosialisasi dengan banyak orang dan bermanfaat bagi kesehatan dan pembentukan tubuh.
“Bergabung dalam komunitas ini sangat menguntungkan, karena bisa menambah pengetahuan tentang teknik mengambil foto, edit foto dan teknik gerakan yang tepat saat pengambilan foto. Kegiatan ini juga untuk berolahraga. Selain itu kita juga dilatih untuk meningkatkan kreatifitas, imajinasi dan keberanian, ” tandasnya. (jhp)
 
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved