Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Publik

Mereka Menyerukan Toleransi di Dunia Maya

Toleransi adalah sikap dan perbuatan yang melarang diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda.

Editor:
zoom-inlihat foto Mereka Menyerukan Toleransi di Dunia Maya
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Toleransi bisa dikampanyekan melalui berbagai cara di era media baru yang sekarang berkembang pesat juga di Indonesia. Seperti yang dilakukan Sifa Ningrum melalui laman blognya yang memuat opini dan ajakannya mengembangkan toleransi di kalangan anak muda seperti terlihat, Selasa (26/6/2012).

Situasi kian runyam karena pemerintah cenderung lambat menangani berbagai kekerasan itu. Pada beberapa kasus, aparat keamanan malah terkesan membiarkannya. Penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan masih lemah. Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan jaminan negara akan kebebasan beribadah dan berkeyakinan, belum sepenuhnya terwujud.

Tentu saja, kampanye toleransi lewat media internet menghajatkan strategi dan pendekatan yang lebih luwes. Cara indoktrinasi satu arah tak bisa lagi diandalkan untuk menyapa kaum muda yang lebih dinamis dan terbuka. Perlu pendekatan komunikasi yang lebih fleksibel, mengajak berpikir, serta lebih segar.

Bagi Direktur Program Yayasan Paramadina Ihsan Ali Fauzi, kampanye lewat media internet harus bisa membuat publik merasa membutuhkan toleransi. Kita perlu sekali terus saling mengingatkan. Hanya dengan bersikap toleran, menerima perbedaan, dan menghargai pilihan orang lain, kita bisa hidup damai di tengah bangsa yang majemuk karena agama, etnis, budaya, dan golongan. Diskusi tentang kenyataan hidup sehari-hari lebih gampang menyentuh semua kalangan.

Dalam hal ini, kita bisa menyimak tulisan Rahmawati, perempuan muda, dalam blognya, http://namasayarahmawati.blogspot.com/ yang gelisah dengan berbagai kekerasan, bahkan terorisme, yang kerap mengatasnamakan agama.

”Mungkin saya perlu belajar lebih jauh. Mungkin juga Anda perlu belajar lebih jauh. Di Bangsa yang terdiri dari berbagai etnis ini, penting adanya saling memiliki dan menyayangi. Supaya kita Raya lagi.”

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved