Perampokan

Karyawan PT Pindad Jual Pistol ke Perampok

Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya meringkus kawanan perampok.

Karyawan PT Pindad Jual Pistol ke Perampok
Kompas.com/ Fabian Januarius Kuwado
Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya meringkus enam perampok berpistol yang pernah berkai si Jakarta dan sekitarnya. Terungkap bahwa pistol tersebut didapat dari karyawan PT Pindad.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya meringkus kawanan perampok yang beraksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Setelah penyelidikan, terungkap bahwa senjata yang digunakan pelaku, didapat dari seorang karyawan pabrik senjata, PT Pindad berinisial AM (45).

Di sela-sela konferensi pers di Main Hall Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Minggu (24/6/2012), AM mengungkapkan, dirinya adalah salah satu karyawan Produksi Dua, bagian pengepakan perusahan yang memproduksi senjata tersebut. Ia sendiri telah bekerja di Pindad selama 23 tahun.

Keterlibatannya dalam aksi perampokan tersebut bermula saat ia berkenalan dengan AS, salah satu anggota TNI yang telah disersi, satu tahun lalu. Ia sama-sama aktif di salah satu komunitas penembak, Jatayu Air Soft Gun. Komunitas yang kerap berlatih di Senayan tersebut merupakan komunitas di bawah Persatuan Olah Raga Penembak Indonesia (Perbakin).

"Saya beli sama AS Rp 5 juta, saya jual sama HR Rp 10 juta. Tapi baru dibayar Rp 6 juta," ujar pria asal Kiara Condong, Bandung tersebut kepada Kompas.com.

HR sendiri merupakan salah satu dari lima perampok yang diringkus Polda Metro Jaya. Ia juga anggota dari Jatayu Air Soft Gun sejak setengah tahun lalu.

"Saya enggak tau kalau ternyata si HR itu perampok, saya tahunya dia punya showroom mobil. Kita sama-sama di Jatayu Air Soft Gun sejak satu tahun lalu," lanjut pria enam anak tersebut.

Ia mengaku tidak tahu-menahu bahwa pistol jenis FN yang dijual ke HR, digunakan untuk melakukan aksi perampokan dengan komplotannya. Ia hanya tahu pistol tersebut dijual hanya untuk keperluan latihan tembak-menembak. Ia pun menjual pistol tanpa peluru lengkap dengan surat-surat.

"Karena sudah kenal dekat, jadi ya percaya saja," lanjutnya.

Lima tersangka yang berhasil diringkus Unit Jatanras Polda Metro Jaya pada Kamis (21/6/2012) lalu adalah HR (36), AN (22), DS (20), MY alias Edi (38), AM (45). Satu tersangka berinisial RR (25) terpaksa ditembak karena berusaha melawan saat diringkus. Sementara AS, anggota TNI yang telah disersi tersebut, diketahui masih dalam pengejaran.

Mereka adalah kelompok perampok di 15 tempat di Jakarta, yang korbannya rata-rata nasabah bank. Tiga di antaranya ditangkap di Jakarta, lainnya ditangkap di Kuta (Bali), Palembang (Sumsel), dan Bandung (Jabar).

Barang bukti yang disita dari kelompok perampok ini antara lain 2 pucuk pistol kaliber 9, 50 butir peluru kaliber 9, sebuah mobil Daihatsu Xenia, sebuah Toyota Innova, dua mobil Honda Jazz dan empat buah sepeda motor. Lainnya, satu laptop, satu bilah sangkur, sejumlah telepon seluler, dan sejumlah paku.

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved