Pencabulan
Mekar Dipaksa Layani Nafsu Teman Pacar
Vanda berkali-kali keluar masuk ruangan karena tidak kuat menahan apa yang baru saja didengarnya atas pengakuan anak keduanya tersebut
Penulis: Aldi Ponge |
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-
Wajah VP alias Vanda (45) warga kelurahan
Ranomuut tampak memerah menahan marah terhadap anaknya Mekar (15), sebut
saja begitu saat di Mapolresta Manado, pada Sabtu (9/6/2012).
Vanda berkali-kali keluar masuk ruangan karena tidak kuat menahan apa
yang baru saja didengarnya atas pengakuan anak keduanya tersebut
dihadapan polisi. Vanda mengaku tidak menyangka Mekar telah merusak
kepercayaannya sebagai orangtua dengan telah melakukan hubungan laiknya
suami istri dengan seorang pria penganguran bernama Epeng (19) warga
kelurahan Malendeng. "Berapa kali lakukan?" tanya Vanda dengan nada
suara meninggi terhadap putrinya.
Rasa kaget Vanda bukan tidak berasalan selain umur Mekar yang masih
belia. Saat itu dirinya hanya datang mau melaporkan pacar anaknya
berinisial HP alias Harto (18) warga Malendeng yang diduganya melarikan
putrinya sejak Rabu (6/6/2012) sesuai pengakuan Mekar ternyata dirinya
dibohongi. "Jam 7 malam. Dia (Mekar) minta uang untuk ke warung internet
katanya mau mendaftar sekolah (SMA) melalui internet namun nyatanya
sampai hari ini baru kembali itu pun kami yang temukan dia," beber
Vanda.
Mekar sendiri dihadapan polisi awalnya menyatakan dirinya lari kerumah
pacarnya Harto namun setelah ditelusuri selama 3 hari hilang dari rumah
orangtuanya dirinya berada di rumah teman pacarnya bernama Epeng. "Saya
bertemu dia warnet lalu ke rumahnya," ungkap Vanda.
Usai terkuak pelariannya akhirnya Mekar dengan polosnya menceritakan
semua kejadian selama dirinya berada di rumah Epeng. Di rumah itulah
gadis bertubuh mungil yang baru saja lulus dari sekolah menengah pertama
ini mengaku dirinya disetubuhi Epeng. "Saya sedang tidur dikamar dia
masuk dan mulai memegang seluruh badan saya. Saya sempat menolak," ujar
Mekar yang akhirnya mengaku pasrah dan tidak melakukan perlawanan
terhadap perbuatan pelaku.
Rabu malam itu jam menunjukkan sekira pukul 23.00 Wita, di kamar itulah
kesucian gadis belia ini di renggut pemuda pengangguran. Seolah tidak
menyadari ekses negatif atas kejadian tersebut. Gadis remaja ini dengan
detail merincikan kejadian demi kejadian, sambil tertawa dan tersenyum
saat pertanyaan nakal yang dilayangkan kepadanya.
Ironisnya, Walaupun telah menyerahkan mahkota kesuciannnya terhadap
sahabat pacarnya namun dia tidak mencintai pria tersebut. Mekar mengaku
hanya melakukan sekali. "Saya tidak mencintai dia. Saya mencintai
Harto," terang Mekar.
Kapolresta Manado Amran Ampulembang saat dikonfirmasi melalui Kasubag
Humas Polresta Manado mengakui adanya laporan tersebut. (ald)