Event
Hard Dikawal Satpam Hingga Podium
Tahap kedua audisi "I Am President," sebuah acara reality tv show yang bertujuan mencari kader muda yang berpotensi serta
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Pengasihan Susanto Amisan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tahap
kedua audisi "I Am President," sebuah acara reality tv show yang
bertujuan mencari kader muda yang berpotensi serta memiliki visi besar
untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia tahun 2030, yang digelar di
Kota Manado, berlangsung tegang dan penuh visi untuk membangun bangsa
dan negera Indonesia.
Jika
pada tahap pertama audisi, 30 orang peserta yang berasal dari berbagai
latar belakang provesi dan pekerjaan hanya berpidato secara monoton di
dalam sebuah ruangan, tanpa ada interaksi dengan juri. Pada tahap kedua
audisi, peserta disuruh berpidato layaknya seorang Presiden di atas
podium, sambil disaksikan oleh ratusan pasang mata mahasiswa dan
masyarakat umum yang memadati Auditorium Universitas
Sam Ratulangi Manado, Rabu (6/6/2012).
Sebelum
dipersilahkan naik di atas podium, para peserta tampak tegang
mempersiapkan diri. Ada yang tampak tegak berdiri di depan sebuah cermin
besar, sambil berpidato, ada pula yang tampak berkoar-koar menyampaikan
pidatonya, meskipun dalam keadaan duduk. Selain ekspresi tersebut, ada
juga ternyata tampak santai mendengar rekaman pidatonya yang sudah
disiapkan dari rumah, ada juga yang tampak hanya mondar-mandir
kesana-kemari untuk memberi semangat kepada rekan-rekannya sesama
peserta.
Menariknya,
seorang peserta bernama Hard Runtuwene, yang diketahui sebagai seorang
dosen Unsrat itu, tampil unik dan berkesan. Saat naik ke atas podium, ia
membawah dua orang pengawal, yakni satpam Unsrat yang dianalogikan
sebagai ajudan presiden. Audiens yang kebanyakan mahasiswa itu langsung
bersorai memberi aplous kepada dosen mereka tersebut, bahkan terdengar
pula suara terompet.
15
Peserta yang tampil pada tahap kedua audisi "I Am President,"
benar-benar menunjukkan performa terbaiknya di atas podium. Sejumlah ide
pemikiran yang solutif atas permasalahan bangsa dan negara ikut
terlontar dari mulut para peserta. Bahkan saat para juri bertanya dalam
sesi tanya jawab, dimana satu diantara juri adalah DR Muhammad Asmi,
para peserta secara meyakin ikut menawarkan langkah-langkah
strategisnya dalam mengelolah negara ini agar lebih baik dan maju.
Usai semua berpidato, tim juri melakukan rapat
untuk menetapkan siapa-siapa yang berhak mewakili Manado pada tahap
selanjutnya di Jakarta. Dari hasil harap, tim juri menetapkan Hard
Runtuwene, Michael Jakobus dan Jendri Frans Mamahit sebagai tiga orang
wakil kota Manado. Mendengar nama dan nomor pesertanya dibacakan sebagai
yang terpilih, ketiganya tampak begitu senang bisa jadi yang terbaik.
Saat
diwawancarai, ketiganya tampak tak bisa menutupi rasa senangnya yang
benar-benar luar biasa itu. Hard Runtuwene mengaku memberi apresiasi
atas acara I Am Presiden, karena menurutnya, kegiatan ini merupakan
lomba yang langka, cerdas dan berani karena lahir dari konsep pemikiran
yang luar biasa. Konsep acara ini tergolong berani, karena tidak
mempertimbangkan untung dan rugi. "Konsep yang luar biasa ini
tentu lahir dari ide lang luar biasa pula dan tidak ada yang seberani
penyelenggara yang tidak mempertimbangkan sisi keuntungan ekonomi, namun
lebih kepada tujuan menyiapkan pemimpin," ujar Runtuwene.
Michael
Jakobus, peserta lainnya yang juga berhasil lolos, mengaku sangat
senang sekaligus bangga dapat kesempatan. "Saya sangat bangga, karena
apa yang saya ikuti ini benar-benar membuahkan hasil yang luar biasa,"
kata Jakobus, sambil berharap semoga bisa bersaing dengan daerah lainnya
dan berprestasi. Begitu juga dengan peserta yang lolos lainnya yakni
Jendri Frans Mamahit, yang tampak tenang namun merasa sangat sangat
senang. Menurut Mamahit, dirinya sangat mengapresiasi acara yang
diprakarsai oleh PT CMG Global Indonesia, dimana untuk kota Manado
digelar bersama Pacific Tv, serta didukung Tribun Manado,
manadonews.com, radio manado dan Unsrat. Kata Mamahit, sebetulnya ia
tak menyangka bisa lolos dan mewakili Kota Manado. Harapannya semoga
dari tiga pemenang akhir dari acara ini, ada yang dari Manado.
"Harapannya dari Manado ada yang bisa jadi juara. Indonesia bisa, Manado
Bisa," koar Maramis.
Taufik
Tumbelaka, seorang juri lokal yang ikut dipercayakan pada audisi tahap
pertama mengatakan bahwa tiga peserta yang lolos ke Jakarta memang
layak, namun menurut dia, sebetulnya ada lima orang yang layak lolos,
tapi karena kuotanya hanya tiga maka dua peserta lainnya tidak
beruntung. "Harapannya sebetulnya kuota yang ada bisa ditambah oleh
penyelenggara, agar wakil Indonesia Timur juga bertambah," harap
Tumbelaka. (tos)
Berita Terkait