Nasional
Marhaen yang Terlupakan
kata yang cukup pas melukiskan makam Marhaen di Kampung Cipagalo, RT 04/03, Kelurahan Mengger, Bandung Kidul, Kota Bandung.
Rumah itu dicapai hanya melewati beberapa lorong kecil di antara rumah-rumah. Perempuan itu mengatakan, istri Soekarno, Fatmawati, pernah mengunjungi makam itu. Demikian pula, sepupuh mantan presiden RI Soeharno, Probosutedjo. Selain itu, katanya, belum ada lagi.
Menurutnya, kunjungan terakhir
menjelang pemilihan umum 2004. Beberapa tokoh partai politik ramai-ramai
ke makam kakek Ayid. Kala itu, lanjutnya, mereka, berjanji memugar
makam Marhaen serta membantu kehidupan keluarga Marhaen yang masih
bekerja sebagai petani.
Namun, sejak itu belum ada yang berkunjung ke
makam kakeknya. Janji-janji itu pun menguap begitu saja. "Mungkin ada
yang bakal ziarah menjelang pemilihan (pemilu) nanti (2014)," katanya.
Rumah Ayid sederhana dan tanpa banyak rias.
Selain foto keluarga, pada dinding rumah Ayid tergantung gambar Soekarno dalam bingkai yang mulai lapuk. "Gambar itu, mulai 1963 atau 1964," ujarnya. Tak ada potret enam presiden selanjutnya. Ayid tidak banyak komentar mengenai hal itu. "Hanya gambar ini aja yang ada," katanya.
Namun, seolah, Ayid tak punya sesuatu pun yang mengingatkan pada kakeknya. Tidak ada gambar sang kakek di rumah itu. "Saya juga tidak terlalu banyak tahu cerita tentang Ki Marhaen," ujarnya.