Sepak Bola
Iip Lemas Lihat Jenazah Rangga
Rangga menjadi incaran oknum suporter lawan.
Tak ayal, ratusan pelayat yang menyaksikan dan mengantarkan Rangga hingga ke liang lahat pun berduyun-duyun meninggalkan TPU. Jam pun menunjukkan pukul 17.15 WIB namun hanya Aad, yang masih berdiri tepat di sebelah kiri makam anak tercintanya.
Aad pun terlihat tak bisa menyembunyikan kesedihannya kala melihat padung tertancap di atas pusara. Namun, dia tetap bersikap tegar atas nasib yang menimpa anaknya dengan tersenyum sembari menyalami para pelayat, termasuk Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Umuh Muchtar. "Sabar, sabar," demikian ucap para pelayat yang memeluk Aad.
Ayah tiri korban, Teguh Rianto (42), ketika ditemui wartawan berharap, ke depan tidak ada lagi korban seperti anaknya ketika menyaksikan pertandingan sepakbola di Indonesia.
"Semoga Rangga menjadi korban terakhir dalam kekerasan suporter," ujarnya di Jalan Raden Edang Suwanda, Terusan Cimuncang, Kabupaten Bandung, Selasa (29/5/2012) sore.
Teguh pun ingin kasus kekerasan yang menimpa anaknya diusut tuntas oleh pihak kepolisian yang berwenang. Bahkan, Teguh mengancam nama suporter yang digunakan oknum pembunuh anaknya dilarang menginjakkan kaki di Kota Bandung.
"Sebelum kasus selesai jangan ada The Jakmania menginjakkan kaki di tatar (tanah) Sunda," ujar Teguh.