Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

PMI

Asiku : Donor Darah Harus Dipopulerkan

Presiden Diretur itCenter Jimmy Asiku mengatakan donor darah yang dilakukannya bagian dalam berbagi.

Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Presiden Diretur itCenter Jimmy Asiku mengatakan donor darah yang dilakukannya bagian dalam berbagi kepada sesama yang membutuhkan. Oleh karena itu, donor darah yang merupakan perbuatan baik harus terus dipopulerkan agar semakin banyak masyarakat yang melakukannya.

"Donor darah merupakan kegiatan yang harus  dipopulerkan, agar masyarakat semakin banyak warga yang mendonor," ujarnya sesuai mendonorkan darah dalam rangka Hari Palang Merah Internasional di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (8/5/2012).

Asiku menambahkan akan mengajak pengusaha-pengusaha agar mau mendonorkan darahnya, sehingga nantinya akan semakin bertambah stok darah di Manado. Para pengusaha sebenarnya sudah melakukan donor darah secara rutin, namun enggan untuk dipublikasikan.

Tapi ia telah memberitahukan kepada pengusaha agar berbuat baik, juga perlu dipublikasikan, agar nantinya dicontoh oleh masyarakat. Sehingga bukan hanya masalah korupsi maupun perbuatan buruk saja yang dipublikasikan, namun juga perbuatan baik seperti donor darah.

Oleh karena itu ia berharap agar seluruh komponen masyarakat ikut mendorong agar donor darah terus dipopulerkan, sehingga kekurangan darah yang sering terjadi dapat tercukupi.

Sedangkan menurut Ketua PMI Sulut James Karinda mengungkapkan telah menghadap ke Gubernur Sulut agar memberikan bantuan kepada PMI sebesar Rp 2,5 miliar setiap tahunnya, agar masyarakat tidak lagi membayar saat membutuhkan darah, sebab pada saat ini masyarakat harus mengganti biaya pengelolahan darah maupun kantongnya. "Semoga saja hal ini dapat direalisasi pada APBD Perubahan 2012, maupun 2013 mendatang, karena masyarakat sangat membutuhkannya," katanya.

Jika pengajuannya disetujui, maka Sulut merupakan provinsi pertama yang menggratiskan donor darah di Indonesia. Sebab sampai saat ini masyarakat yanbg membutuhkan darah masih harus membayar Rp 250 ribu. "Ketika bertemu dengan gubernur, beliau mengungkapkan akan mempertimbangkannya. Jika hal tersebut disetujui, gubernur Sulut akan dijadikan bapak palang merah Indonesia," ungkapnya.

Sedangkan sering habisnya stok darah di PMI, sehingga ketika masyarakat yang membutuhkan harus mencari donor pengganti, karena memang selama ini masih kekurangan. Ia mencontohkan beberapa waktu lalu ia berdiri di UGD, hanya dalam waktu setengah jam saja, sudah 20 orang yang masuk karena kecelakaan dan membutuhkan darah. Sehingga jika dihitung untuk kebutuhan bagi yang kecelakaan minimal membutuhkan 40 kantong setiap harinya, belum yang akan operasi, maupun penyakit lainnya yang membutuhkan darah.

Oleh karena itu saat ini, ia berusaha menjemput bola, dengan mobil transfusi yang akan mangkal di kampus, maupun ditempat keramaian lain, agar kebutuhan darah setiap harinya dapat terpenuhi, sehingga tidak adalagi warga yang menangis karena membutuhkan darah.

Selain itu, ia berharap agar kepala SKPD memerintahkan kepada pegawainya melakukan donor darah. Jika hal tersebut dilakukan, ia yakin kebutuhan darah di Sulut dapat tercukupi. Sebab selama ini peran PNS dalam mendonorkan darah masih minim sekali, hal ini berbeda dengan swasta yang rutin melakukannya. "Ini cukup aneh, padahal mereka seharusnya menjadi contoh," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved