Elpiji
20 Ribu KK Belum Terima Tabung Gas LPG 3 Kg di Bitung
Pasca ditariknya minyak tanah (mitan) bersubsidi oleh pemerintah dan pertamina.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANAD.CO.ID, BITUNG - Pasca ditariknya minyak tanah (mitan) bersubsidi oleh pemerintah dan pertamina, kemudian menggantinya dengan tabung gas LPG 3 kg, sejumlah warga di Bitung belum memperolehnya.
"Dikeluarga saya belum menerima tabung gas LPG 3 Kg," kata Sunarto Basri warga Madidir Lingkungan 1, Rabu (2/5/2012). Menurutnya pasca hilangnnya mitan subsidi, pemerintah belum seluruhnya menyalurkan penganti dari mitan bersubsidi tersebut yaitu penggunaan tabung gas LPG 3 Kg. "Sehingga untuk masak sehari-hari harus membeli mitan non subsidi, dimana untuk memperolehnya pun harus berjalan belasan kilo meter," tuturnya.
Sunarto mengaku, memperoleh mitan non subsidi dirinya harus mencari hinggi di Kecamatan Aertembaga, mengingat di disamping rumahnya yang sering menyediakan sudah tidak ada lagi. "Biar mahal gunakan mitan non subsidi saja, yang penting bisa untuk memasak dirumah," tambahnya.
Saat ini ia menggunakan MT dengan harga Rp 12 ribu hingga Rp 18 ribu per liternya. "Biasa 1 minggu 5 liter yang sering digunakan, kini hanya 2 liter tidak sampai seminggu," tandasnya.
Sementara itu asissten II Dahlia Kaeng mengakui kalau di kota Bitung untuk penyaluran tabung gas LPG 3 Kg, masih ribuah kepala keluarga (KK) yang belum memperoleh. "Ada 20 ribu KK yang belum menerima, kami sudah usulkan ke kementrian ESDM untuk memenuhi sisa yang belum dapat," kata Kaeng saat dikonfirmasi. Lanjutnya, pemko Bitung masih akan tetap menuggu pemenuhan kuota yang akan diberikan pemerintah pusat terkait tabung gas LPG 3 kg. "Tunggu realisasi di APBDP," tambahnya.
Ia berharap kementrian ESDM bisa secepatnya merealisasikan pemenuhan kuota tabung gas LPG 3 kg untuk 20 ribu KK di Bitung, yang belum memperoleh. "Kami berharap secepatnya kementrian SDM untuk secepatnya merealisasi sisa warga yang belum memiliki itu," tandasnya.