Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demo Buruh

Manajemen PT Angkasa Pura Terima Perwakilan Demonstran

Puluhan anggota TNI dan Polri pun langsung dikerakan dan siaga di pintu gerbang bandara sejak pagi.

Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Pengasihan Susanto Amisan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Menindaklanjuti informasi terkait rencana aksi demo para buruh ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, pihak manajemen langsung melakukan koordinasi dengan beberapa instansi terkait, antara lain meminta pengamanan dari pihak Polisi dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Selasa (1/5/2012) kemarin.

Puluhan anggota TNI dan Polri pun langsung dikerakan dan siaga di pintu gerbang bandara sejak pagi. Sementara pihak manajemen PT Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi dan sejumlah stakeholder lain bandara tampak tetap memantau perkembangan rencana aksi tersebut. Namun hingga pukul 15.00 Wita, tidak ada aksi demo, sehingga petugas pun langsung kembali tempat mereka.

Sekitar pukul 16.00, pihak kepolisian kembali mendapat informasi bahwa para demonstran tidak jadi demo di bandara, namun mereka hanya mengutus perwakilan untuk bertemu pihak PT Angkasa Pura, untuk membicarakan masalah nasib beberapa orang buruh outsourching di bandara yang hingga kini belum jelas nasib pekerjanya.

Setibanya di bandara, para perwakilan itu langsung diterima oleh forum komunitas bandara diantaranya Danlanudsri Letkol Pnb Jorry Koloay, Kapolsek Bandara Iptu Kilion Landangkasiang, Manejer Operasional Herman Miningka mewakili General Manager.

Dalam pertemuan itu, Frangky Mantiri Ketua Dewan Pimpinan Cabang KSBSI Manado selaku pihak yang mengadvokasi rekan-rekannya yang dirugikan itu, meminta pihak PT Angkasa Pura untuk dapat bertanggungjawab memberikan solusi atas permasalah yang dialami rekan-rekannya yang oleh pihak perusahaan outsourching, pengelolah kebersihan bandara diperlakukan tidak adil.

Senada dengan itu, Jack Andalangi, Kordinator Wilayah KSBSI Sulut, juga menyentil soal sikap manajemen bandara yang cenderung tidak responsif untuk menyelesaikan permasalahan itu. Oleh karena itu, pihaknya mendesak pihak manajemen bandara untuk memberikan langkah solutif yang konkrit dan bukan janji yang sifatnya diplomatis. "Kami sangat menghargai hubungan industrial yang harmonis dan mendukung kondusifitas iklim infestasi, makanya kami tidak bawa masa aksi ke sini. Harapannya masalah ini diseriusi," tandasnya.

Menjawab pertanyaan dan desakan perwakilan buruh, pihak manajemen yang diwakili oleh manajer operasional Herman Moningka, berjanji akan menfasilitasi KSBSI untuk duduk bersama pihak manajemen, membahas langkah apa yang mesti diambil dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved