Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Demo Buruh

AJI: Tanpa Upah Layak Mustahil Jurnalis Profesional

Tanpa upah layak mustahil jurnalis bisa bekerja secara profesional.

Editor:
AJI: Tanpa Upah Layak Mustahil Jurnalis Profesional - AJI_Indo2_budisusilo.jpg
TRIBUNMANADO/BUDI SUSILO
Para jurnalispun ikut perjuangkan nasibnya di Hari Buruh.
AJI: Tanpa Upah Layak Mustahil Jurnalis Profesional - May_Day_di_Jakarta_budisusilo.jpg
TRIBUNMANADO/BUDI SUSILO
Laporan Wartawan Tribun Manado Budi Susilo

TRIBUNMANADO.CO.ID , JAKARTA - Tanpa upah layak mustahil jurnalis bisa bekerja secara profesional dan memproduksi karya jurnalistik dengan baik. Upah rendah dari perusahaan media terhadap jrunalis, membuat jurnalis mudah tergoda suap.

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Eko Maryadi menuturkan, akibat upah rendah tidak sedikit jurnalis harus mencari pemasukan tambahan dengan bekerja serabutan.

"Semuanya dilakukan demi memenuhi kebutuhan hidupnya," katanya kepada tribunmanado.co.id, di Jakarta melalui press rilisnya, Senin (1/5/2012).

Ia menjelaskan, pertumbuhan perusahaan media tidak berbanding lurus dengan kenaikan upah layak. Dalam banyak kasus, hak dasar jurnalis seperti honor basis, kontak kerja, jaminan kesehatan, serta tunjangan hari tua tidak dipenuhi perusahaan.

"Masih banyak jurnalis dibayar di bawah standar upah minimum kota yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Eko.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved