Event
Kompetisi Offroad digelar di Desa Treman
Deru mesin mobil 2500 dan 4000 CC memekakan telinga sekitar ratusan penonton di trak balapan Off Road Desa Treman
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor
TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Deru mesin mobil 2500 dan 4000 CC memekakan telinga sekitar ratusan penonton di trak balapan Off Road Desa Treman, Kecamantan Kauditan, Minahasa Utara (Minut), Rabu (25/4) siang.
Meski lapangan becek, akibat hujan lebat siang kemarin, pembukaan
Kejuaran
nasional Gresstrack region 5 Sulawesi dan Off Road Competition yang
diselengarakan Ketua Indonesiaa Offroad Federation (IOF) cabang Minut,
Fransisca Tuwaidan diserbu penggila olahraga ekstrim tersebut.
Di hari itu, Rabu (25/4), diselenggarakan pertandingan eksebisi, mobil 4 WD, berkapasitas 2500 hingga 4000 CC. Tak kenal usia, para offroader tua muda, pemula dan pro, saling menjajal kemampuan, menguji trak yang dinilai cukup menantang itu. Trak dipenuhi becek menjadi tantangan tersendiri bagi offroader memacu adrenalin untuk merebut posisi pertama. Yang tercepat adalah yang juara.
Kompetisi Offroad dan
Grasstrack tersebut merupakan bagian dari perayaan hari ulang tahun Desa
Treman ke 327. Kegiatan disponsori
Djarum, Citraland, Smartfren,
Bank Primadana, dan batu nona resort wattersport, diawali dengan road
show mobil peserta denga rute jalan By Pass-Airmadidi-Sukur.
Etha, sapaan Fransisca Tuwaidan, Ketua IOF Minut hadir bersama, Ivan Sarundayang Ketua IOF Sulut, Kadis Pora Sulut Steven Liow, dan Kadis Dikpora Minut Maximelan Tapada. Liow berkesempatan membuka kegiatan, dengan eksebisi mobil 2500 CC
Pada eksebisi awal itu diikuti oleh empat offroader didampingi, Etha, Maximelan Tapada, dan Ivan Sarundajang di masing-masing mobil peserta
Dua putaran, ke empat Offroader itu berlomba, trak becek membuat offroader dan navigator pendampingnya mandik becek, tak terkecuali Kadis Dikpora Minut.
Meski terlihat cukup kaget usai mengikuti olahraga ekstrim tersebut, Tapada mengaku, hal itu hanya biasa saja "Ah biasa saja," tutur Tapada yang dipenuhi lumpur. (ryo)