Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Komunitas

Melayani Anak adalah Melayani Tuhan

Berdiri sejak 7 September 2011, Sekolah anak berkebutuhan khusus 'Amadeus' sudah memiliki 24 murid dengan umur 2

Editor: Andrew_Pattymahu

Berdiri sejak 7 September 2011, Sekolah anak berkebutuhan khusus 'Amadeus' sudah memiliki 24 murid dengan umur 2 sampai 11 tahun yang beragam gangguan perkembangan anak.

Kepala Sekolah sekaligus pendiri sekolah Sentra Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus 'Amadeus', Frits Runggu M Sitompul STh, mengatakan awalnya sekolah adalah sebuah home base theraphy sejak Juni 2009, namun karnea makin banyaknya anak, maka dibukalah sekolah anak berkebutuhan khusus 'Amadeus'.

"Saat ini masih dikelola pribadi, nantinya kita akan membentuk yayasan," ujar pria kelahiran Tapanuli Sumatera Utara. 

Sekolah ini dibentuk oleh dirinya bersama Linny Nelly Mondigir STh sang istri, yang sejak tahun 1998 sudah terjun di dunia anak-anak spesial berkebutuhan khusus di Jakarta, kemudian Bandung dan akhirnya menetap di Manado.

Sitompul, mengatakan sekolah anak berkebutuhan khusus tidak sengaja dibuka di Manado, karena istrinya adalah orang Manado, dan saat mereka berlibur di Manado, kemudian ada orang tua anak minta anaknya diterima untuk mereka theraphy.

"Awalnya kami berlibur, karena sebelumnya juga kami mendidik di Jakarta. Setelah 1-2 bulan kami menerima anak berkebutuhan khusus, dan bukan hanya satu anak, ada lagi minta anaknya minta therapy, Yah sudah akhirnya kita menetap saja," ungkapnya

Diakuinya, banyak anak-anak dibawa orang tuanya untuk mereka theraphy dari informasi mulut ke mulut, mereka datang biasanya dengan keluhan awal yaitu anak susah bicara. Untuk awal konsultasi, mereka melihat observasi anak lebih kurang 1 minggu.

Sitompul sendiri secara pribadi tidak sengaja bisa terjun ke dunia anak-anak untuk mengajar menjadi guru pada anak berkebutuhan khusus. Dengan timbul rasa penasarannya, ada tantangan untuk menjadi guru setelah mengantar temannya mendaftar menjadi guru berkebutuhan khusus.

"Saya kemudian mencoba mendaftar dan langsung dinyatakan lulus diterima dan mengajar yang di trainning sekitar dua tahun. Saya sebenarnya lulusan Teologi bukan Psikologi. Jadinya saya pendeta untuk anak-anak berkebutuhan khusus bukan pelayanan digereja. Mugkin Tuhan bilang ini juga pelayanan." jelasnya.

Kata 'Amadeus' sendiri menurutnya berarti 'Cinta untuk Tuhan'.  Melayani anak-anak berkebutuhan khusus sebenarnya bukan untuk mereka tetapi tujuannya melayani Tuhan.

"Karena anak-anak ini titipan Tuhan, mencintai mereka sama juga mencintai Tuhan, melayani anak adalah melayani Tuhan," jelasnya

Sekolah anak berkebutuhan khusus Amadeus telah miliki 12 personil guru, masing-masing empat orang untuk guru kelas, dua orang untuk guru sensori integrasi, dan lima orang untuk tatalaksana perilaku, serta seorang petugas administrasi.

Sekolah ini dibuka sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita, untuk penanganan anak disesuaikan kemampuan anaknya. Pihak sekolah juga menyediakan fasilitas antar jemput, sekolah berlokasi di Puri Alfa Mas Blok B Nomor 6, Winangun Atas-Pineleng-Sulut. (robintanauma)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved