Kebakaran Rumah

Fanny Nangis Tanya Kursinya

Kebakaran rumah di kompleks CBA Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan Minahasa Utara

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Kebakaran rumah di kompleks CBA Desa Mapanget, Kecamatan Talawaan Minahasa Utara (Minut), Jumat (20/4/2012)  tak lantas membuat Fanny Wauran (3) bocah cilik anak keluarga Wauran,langsung menangis. Si kecil awalnya sibuk bermain bersama teman-temannya, bahkan berkali-kali mendekati Oma Johana, cuma sekedar menunjukan sendal miliknya. "Oma-oma lihat kita punya sendal baru," kata si bocah dengan nada polos.

Tangis Fanny pecah belakangan, ketika bersama orangtuanya mengunjungi puing bekas rumah. Ia mendapati tempat duduk plastik miliknya sudah bersatu dengan arang. "Kita punya tempat duduk sudah terbakar," sebut gadis cilik itu berlinang air mata.

Rumah milik keluarga Wauran Tumelentow, diamuk api sejak pukul 10:00 Wita. Satu jam berselang, api berhasil dipadam atas usaha warga sekitar.

Saat kebakaran terjadi, rumah dihuni Johana Tinggogoy (72) dan Fanny Wauran (3) cucunya. Beruntung keduanya selamat, tanpa luka secuil pun.

Menurut Oma Johana, sumber api berasal dari langit-langit rumah, tepatnya di kamar belakang. Ia sadar rumah telah diamuk api, ketika mencium bau hangus, disusul oleh asap tebal. "Saya lagi kasih makan cucu, tiba-tiba cium bau hangus, pas diperiksa sudah penuh asap," ujarnya kepada Tribun Manado.

Johana, langsung menyelamatkan, sang cucu. Api cepat menyebar pun membuat warga pun ikut panik.  Pemadam kebakaran tiba di lokasi, saat api telah padam.(ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved