Ujian Nasional
Si Febri Tahanan Rutan Siap UN di Rutan
Sudah siap ikut ujian, semoga bisa lulus, nanti bila sudah lulus dan bebas nanti, saya rencananya akan cari pekerjaan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - FR (17) alias Febri, terpidana kasus penganiayaan berakibat kematian sebagai tahanan Rutan Manado siap ikuti Ujian Nasional SMA di lokasi tahanan.
"Sudah siap ikut ujian, semoga bisa lulus, nanti bila sudah lulus dan bebas nanti, saya rencananya akan cari pekerjaan," ungkap Febri di Rutan Manado, Senin (16/4)
Namun sayangnya, setelah menunggu hingga siang hari, guru-guru dan pengawas dari pihak sekolahnya belum kunjung datang.
Ibu dari Febri yang saat itu menemani anaknya, mengakui pihak sekolah batal datang karena masih mempersiapkan segala kelengkapan berkas anaknya untuk ikut ujian.
"Dari pihak sekolah belum sempat datang hari ini, katanya mereka lagi melengkapi berkas, namun dipastikan bisa ikut ujian susulan," ungkap ibu dari Febri
Pantauan Tribun Manado, di rutan telah disiapkan satu ruang khusus, terdapat sebuah meja segi empat dan dua kursi, di atas meja telah terletak papan pengalas lembar ujian, pensil, rautan, penghapus dan mistar lembar jawab komputer
Kepala Rumah Tahanan Manado, Julius Paath, mengatakan pihaknya sebagai penanggung jawab rutan memberikan ruang kebebasan bagi tahanan yang akan mengikuti ujian di rutan.
"Kami selalu terbuka, bila pihak sekolah atau orangtua atau tahanan yang siap melakukan aktifitas ujian nasional di kompleks rutan, kami sediakan tempat ruangan tersendiri," ungkap Paath, Senin (16/4)
Diakui Paath, bila ada permintaan untuk tahanan bisa ikut ujian di luar tahanan, hal tersebut tidak dapat diijinkannya.
"Sesuai aturannya tidak bisa, orang sakit saja bisa ujian di rumah sakit, intinya kami menyediakan tempat untuk ujian bagi tahanan," jelasnya.
Sementara dari semua tahanan yang ada di Rutan, terdapat sekitar empat orang yang wajib ikut ujian nasional, namun hanya seorang yang bersedia siap ikut ujian.
"Sebenarnya ada beberapa tahanan yang sudah wajib ujian, namun atas permintaan orangtua, sekolah dan bahkan tahanan itu sendiri, baru satu tahanan yang sudah siap untuk ujian," jelas Paath.
Sementara dari tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Manado, ketika Tribun Manado mendatangi lokasi tersebut, petugas keamanan pintu jaga, tidak mengijinkan wartawan meliput kegiatan aktifitas dalam Lapas tanpa ada persetujuan atau surat dari pihak Kanwil Kemenkumham.
"Harus ada ijin untuk masuk, di sini tidak ada kegiatan ujian nasional, tahun lalu juga begitu tidak ada ujian," ujar petugas pintu jaga Lapas Manado. (obi)