Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Perikanan

Potensi Budi Daya Ikan Kerapu di Minut Perlu Dimaksimalkan

Perikanan laut budi daya kerapu ternyata menyimpan potensi besar. Bila dikembangkan, kata Ronny Siwi,

Tayang:
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI -  Perikanan laut budi daya kerapu ternyata menyimpan potensi besar. Bila dikembangkan, kata Ronny Siwi, Kadis Perikanan dan Kelautan Minahasa Utara, nelayan bisa sejahtera.

"Di Sulut potensinya ada. Apalagi ika kerapu merupakan komoditi eksport," sebut Siwi, kepada Tribun Manado, beberapa waktu lalu.

Ikan kerapu, atau tenar di Sulut disebut Goropa kata Siwi, ikan tersebut sangat digemari orang Cina dan Jepang, sehingga harga per kilogramnya bisa mencapai Rp 400 ribu. Pasar ekspor terbuka lebar "Di daerah Hongkong, Jepang, kalau ada pesta, ikan Kerapu itu menjadi hidangan spesial. Ikan kerapu menandakan status pesta itu, merupakan pesta orang kalangan atas," ujar Siwi.

Lanjut dia, permintaan ikan kerapu pun tinggi. Di Indonesia, daerah Jawa, Bali, dan Lampung menjadi penyuplai.
Seharusnya, Siwi mengatakan, dari segi letak wilayah, Sulut diuntungkan dengan posisi sebagai gerbang asia pasifik. "Kapal-kapal dari luar negeri lebih dekat datang ke Sulut ketimbang harus ke Jawa, posisi kita strategis," katanya.

Untuk mengambil pasar ikan kerapu, kata dia, perlu koordinasi antar daerah, tak hanya Minut, masalahnya terletak pada ketersedian Komoditi, "Kalau di sini bisa menyediakan sesuai permintaan, mereka (pengimpor) tak perlu ke daerah lain. Langsung di Sulut, lebih hemat jarak, dan biaya," sebutnya.

Siwi pun mengatakan, sudah beberapa kali memaparkan rencana tersebut diberbagai forum Kelautan dan Perikanan, bahkan sampai ke tingkat nasional "Sekarang kami sedang upayakan dengan Pemprov Sulut, bagaimana realisasinya," kata dia.

Selain ikan Kerapu, Siwi mengungkapkan, Pemkab Minut kini tengah menggenjot produksi rumput laut. Rumput laut pun merupakan komoditi ekspor. Dalam setahun ke depan bila produksi berhasil ditingkatkan, tak mustahil, kata Siwi pabrik pengolahan akan berdiri di Minut "Apalagi kita ikut menggandeng TNI, untuk menyukseskan program sentuh ait," pungkasnya. (ryo)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved