Inspirasi
Berani Taruhan, Anda Pasti Jatuh Hati pada Nenek ini
Bukan saatnya meremehkan nenek anda.
Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan
TRIBUNMANADO.CO.ID - Bukan saatnya meremehkan nenek anda, karena dibalik kerentaannya tersimpan hal-hal yang luar biasa selain cinta kasihnya yang besar pada anak dan cucu-cucunya, Sabtu (24/3/2012). Tersimpan kisah besar kiprah para nenek, sehingga bisa dipastikan, anda pasti jatuh hati dengan para nenek ini, berani taruhan!!! Atau mungkin ini nenek idaman anda.
Biasanya sosok seorang nenek identik dengan keriput, renta, panti jompo, reot, pelan, rematik, ngompol atau serangkaian hal lainnya yang tak jarang membuat perasaan jengkel. Hal tersebut salah besar bila bertemu nenek-nenek ini.
Nenek-nenek ini membawa kisah yang luar biasa bahkan memberikan inspirasi bagi tiap orang. Mulai seorang nenek yang memiliki profesi unik sebagai Disc Jockey (DJ) atau sesuai definisi Wikipedia sering disebut sebagai Disjoki atau joki cakram atau juru cakram.
DJ merupakan seseorang yang terampil memilih dan memainkan rekaman suara atau musik yang telah direkam sebelumnya. Umumnya media hasil rekaman yang digunakan adalah media diska atau cakram, dan karena kemahirannya dalam memainkan cakram membuat profesi ini dikenal sebagai joki cakram, atau lebih dikenal dengan disjoki (ejaannya dalam bahasa Inggris disc jockey).
Sekarang istilah itu tidak hanya merujuk kepada kemahiran mengatur lagu/musik dalam medium cakram, tetapi juga dalam bentuk medium lainnya.
Lalu ada pula seorang nenek yang berasal dari Jepang bahkan menjadi pelatih tentara, kisah lainnya seorang nenek yang dengan keberaniannya mengusir para perampok atau di India seorang nenek yang tak bisa dikalahkan dalam kompetisi menembak.
Berikut kisahnya:
DJ Wika Szmyt, nenek berusia 73 tahun ini bernama asli Ruth Flowers, nenek ini mampu memesona pengunjung night club dengan racikan irama yang menghentak panggung hiburan. Nenek yang berasal dari Warsawa Polandia ini merupakan DJ profesional dan hingga saat ini dikenal sebagai nenek paling tua di dunia yang masih aktif sebagai seorang DJ.
Ia bahkan dijuluki sebagai Mammy Rock dengan memberikan suasana gaul musik-musik anak muda pada lagu-lagu yang dimainkannya. DJ Wika terhitung sudah menekuni profesinya selama 8 tahun, ia memulai profesi sebagai DJ sejak usia 65 tahun.
DJ Wika memainkan musik disko, rumba, atau samba untuk orang-orang seusianya karena menari membuat mereka merasa hidup, namun nenek ini juga tampil di pesta-pesta yang didatangi anak muda.
SOSOK kedua, Keiko Wakabayshi, nenek ini saat berusia 77 tahun dengan tinggi tubuhnya tak lebih dari 150 cm, merupakan nenek yang paling dihormati tentara Italia. Wakabayshi memang bukan sembarang nenek, karena dia seorang master jujitsu yang melatih bela diri tentara Italia.
Wanita yang berjuluk Samurai Granny atau Nenek Samurai itu melatih calon-calon tentara dalam pertempuran satu lawan satu. Secara fisik tubuh Nenek Wakabayshi terlihat mungil dibandingkan dengan para anak didiknya. Para tentara Italia ini rata-rata memiliki tinggi badan lebih dari 180 cm, tapi bentuk tubuh yang mungil bukanlah masalah baginya. Wakabayshi menguasai jujitsu, kenjitsu, judo, kendo, dan karate.
Melalui sederet kemampuan ilmu bela diri itu, setiap hari Nenek Samurai dengan mudah membanting puluhan tentara di Brigade Folgore di barak Livorno. Setiap tentara di Brigade Folgore pernah menjadi ‘korban’ nenek super ini.
Bila saja pertarungan mereka bukan latihan, tentu mereka bakal malu setengah mati. Maklum, Brigade Folgore dikenal karena keberaniannya di Afrika Utara pada Perang Dunia II.
Perempuan Jepang ini kini tinggal di Italia dan selali mengajarkan pada murid-muridnya bahwa tak ada sesuatu yang mustahil. Setelah berhasil menjatuhkan tentara bertubuh besar dia biasa bilang, “Jangan mengira yang seperti tadi (menjatuhkan lawan lebih besar) sesuatu yang mustahil. Fisik bukanlah masalah”.