Teknologi
Sejak Ada Google Plus, Google "Berubah"
Penyebaran komentar dari mantan karyawan ke publik sepertinya telah menjadi tren baru di Amerika Serikat (AS).
Setahun yang lalu, perusahaan perangkat lunak itu merilis sebuah daftar panjang berisi keluhan tentang tindakan monopoli Google. Bulan lalu, Microsoft menuding Google melanggar privasi pengguna Internet Explorer.
Meskipun Whittaker sejatinya ragu Google membuang beberapa hal demi Google+, ia berpikir jejaring sosial itu layak dicoba. Menurutnya, hal itu akan bekerja di mana Google mengubah web sosial menjadi lebih baik dan hal itu akan menjadi pertaruhan yang heroik.
"Nyatanya hal itu tidak terjadi," keluh Whittaker. Situs ini dianggap mengembangkan reputasi diri sebagai kota hantu.
Google mengklaim, sekitar 90 juta orang telah mendaftar. Tetapi analis dan bukti anekdotal menunjukkan hanya sedikit yang menjadi penggemar berat Google+.
"Gambarannya, Google adalah anak orang kaya yang menyadari dirinya tak diundang dalam sebuah pesta. Ia membangun pestanya sendiri sebagai sebuah pembalasan. Faktanya, tak ada yang datang di pesta milik Google," ujar Whittaker. (Dyah Megasari/KONTAN)