Inflasi
Manado akan Alami Inflasi 0,47 Persen
Walaupun rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) diberlakukan diawal bulan April, dampak psikologis di masyarakat sudah mulai terasa
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Walaupun rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) diberlakukan diawal bulan April, dampak psikologis di masyarakat sudah mulai terasa dari sekarang. Bahkan Bank Indonesia (BI) Manado memperkirakan Manado akan mengalami inflasi 0,64 persen secara month to month (mtm) dan 0,47 persen secara year on year (yoy).
"Tekanan inflasi diperkirakan berasal di volatile foods karena belum normalnya pasokan bahan pangan dan serta memburuknya ekspektasi inflasi," kata Peneliti Ekonomi Madya BI Manado, Eko Siswantoro, pada Tribun Manado di ruang kerjanya, Kamis (15/3).
Berdasarkan hasil survei konsumen yang dilakukan BI Manado, Lanjut Siswantoro, ekspektasi masyarakat Sulut terhadap tingkat harga tiga bulan dan enam bulan kedepan terbilang masih cukup tinggi. hal ini terlihat indeks ekspektasi konsumen terhadap tingkat harga tiga bulan dan enam bulan masing-masing sebesar 190,5 dan 186,5.
"Ini karena dampak kenaikan BBM subsidi dan konversi Gas elpiji serta TDL. Survei ini didorong dengan sumber pendapat masyarakat seperti kenaikan UMP, PNS TNI polri turut andil menaikan ekspektasi masyarakat," ujarnya.
Menurut Siswantoro, terdapat beberapa faktor kenaikan inflasi yakni seperti pembatasan penjualan tekstil dan produk tekstil di kawasan berikat ke pasar domestik dari 50 persen menjadi 25 persen berpotensi meningkatkan harga komunitas sandang. Lainnya semakin meningkatnya realisasi proyek pemerintah di sulut dan martaknya aktivitas prperti yang diperkirakan akan menekan biaya tingkat harga bahan bangunan.
"Yang musti dilakukan pemerintah, mengoptimalkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna meredamkan kenaikan laju inflasi mengingat kondisi sulut 2011 menunjukan kinerja perekonomian yang baik dan rendahnya inflasi.Pemerintah provinsi memaksimalkan pertemuan-pertemuan TPID bersama BI dan stakeholder lainnya guna mengantisipasi lonjakan infasi," ucap Siswantoro. (def)