Imlek
Umat Tri Dharma Gelar Acara Makan Bersama
Menyambut datangnya Imlek 2563 atau tahun baru Cina, yang jatuh pada Senin (23/1) hari ini, umat Tri Dharma dan warga etnis Tionghoa di Kota Manado
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Pengasihan Susanto Amisan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Menyambut datangnya Imlek 2563 atau tahun baru Cina, yang jatuh pada Senin (23/1) hari ini, umat Tri Dharma dan warga etnis Tionghoa di Kota Manado sibuk menggelar sejumlah kegiatan yang menjadi tradisi warga Tionghoa.
Pantauan Tribun Manado, tampak puluhan warga Tri Dharma dengan khusuk menggelar ritual sembayang di klenteng Altar Agung Kelurahan Wenang. Asap dupa yang dipakai oleh umat untuk sembahyang terlihat mengembul memenuhi langit-langit klenteng. Doa dan sembah serta pengharapan akan kesuksesan, keselamatan, keamanan, kedamaian dan kesejahteraan Bangsa dan negara serta masyarakat dipanjatkan ke hadirat Yang Maha Kuasa.
Usai menggelar sembahnyang bersama, para umat Tri Dharma di Klenteng Altar Agung langsung bersantap kasih bersama atas hidangan yang dibawah oleh umat. Dalam suasana yang akrab dan bersahaja, sejumlah pengurus Klenteng pun tak lupa mengajak beberapa aparat Kepolisian, TNI dan warga yang berada di depan klenteng untuk santap kasih bersama.
Soei Ronny Loho atau sering orang panggil Ko Tjong, rohaniawan di Klenteng Altar Agung menuturkan, dalam doa itu umat Tri Dharma mendoakan kiranya bangsa dan negara Indonesia, diberikan selalu keamanan dan sejahteraan. Para pemimpinnya diberi kearifan dan bijaksanaan agar bisa memimpin bangsa dan negara ini dengan baik. "Umat Tri Dharma juga mendoakan supaya seluruh umat manusia di bumi ini, bisa serasi dan harmoni dengan alam yang kita tempati. Karena fengsui mengajar kita untuk hidup serasi dan harmoni dengan alam.
Ia juga menjelaskan bahwa acara makan malam bersama itu, sudah menjadi kebiasaan warga Tionghoa usai melaksanakan doa perpisahan tahun, "Biasanya usai menggelar doa perpisahan tahun seperti ini, kami melaksanakan santap kasih bersama," katanya. Tujuan dari pelaksanaan santap kasih bersama itu merupakan sarana agar rasa kebersamaan, kesehatian dan kekeluargaan dapat ditumbuhkan di antara umat.
Menurut Ko Tjong, pada Minggu (22/1) siang, mereka telah menggelar Sembahyang Bati. Sembahyang Bati merupakan ritual mendoakan para leluhur, hal itu dimaksudkan untuk memberi penghormatan dan rasa terima kasih mereka kepada para leluhur. (tos)