Investasi
Pengadaan Kereta Api di Sulut Batal
Rencana pengadaan alat transportasi darat berupa kereta api di Sulawesi Utara diurungkan
Laporan Wartawan Tribun Manado Budi Susilo
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rencana pengadaan alat transportasi darat berupa kereta api di Sulawesi Utara diurungkan, pasalnya secara hitungan bisnis tidak menguntungkan dan harus mengeluarkan investasi Rp 20 triliun.
Ini dikatakan, Ketua Komisi V DPR RI, Yasti Soepredjo Mokoagow, bahwa awalnya sudah ada investor yang berkeinginan membangun sarana kereta api yang menghubungkan Sulawesi Utara ke Sulawesi Selatan.
"Setelah hasil kajian dari investor ternyata hitung-hitungan bisnis tidak menjanjikan, akhirnya mengundurkan diri," ujarnya, Selasa (3/1/2012).
Menurutnya, di Sulut itu belum ada kegiatan perdagangan yang intens serta jumlah penduduknya yang masih minim.
"Ada kereta tapi tidak ada yang mau pakai sama saja hanya merugikan karena sulit untuk balik modalnya," kata Yasti.
Perempuan berambut sebahu ini menjelaskan, investor berasal dimaksud dari Rusia, namun setelah dipelajari dan dikaji hitungan bisnisnya merugikan, tetapi andaikata kegiatan angkut barang dagang di Sulut besar walau jumlah penduduk sedikit maka dimungkinkan pengadaan kereta api tetap tergarap.
"Kalau yang mengandalkan dananya dari pemerintah tidak mungkin juga, kita berharap dari investor, tapi sekarang investor dari Rusia sudah mengundurkan diri," ujarnya.
Diharapkan, kedepannya, bila kegiatan perekonomian di Sulut telah ramai dan menunjukan trend positif tidak tertutup kemungkinan berbagai alat transportasi pendukung seperti kereta api akan tersedia.
"Kita harap ekonomi di Sulut perkembangannya bagus, terutama kegiatan Kawasan Ekonomi Khususnya, jadi kawasan terpenting di Asia Pasifik," tegasnya.