Natal 2011
Selama Natal dan Tahun Baru 880 Ekor Babi Terjual di Bitung
Mari... Mari... Bapak, Ibu, Oma, Opa, Nyong, dan Nona beli daging Babi.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Andrew_Pattymahu
Mari... Mari... Bapak, Ibu, Oma, Opa, Nyong, dan Nona beli daging Babi. Inilah kalimat yang keluar dari mulut pedagang Babi potong saat menawarkan daging Babi yang sudah dipotong sedemikian rupa diatas meja kayu beratapkan terpal kecil. Bahkan tawar menawar harga sering terjadi saat daging yang dipotong menyisahkan beberapa penggal.
Pedagang Babi potong di Kelurahan Girian atas mencatat telah memotong ratusan ekor dan menjual ribuan daging Babi saat perayaan Natal dan tahun baru 2011 di pasar Babi dadakan sepanjang persimpangan Girian atas. "Diperkirakan ada 880 ekor Babi yang dipotong pada tanggal (24 dan 31/12/2011)," kata Fredy pedagang Babi, Minggu (1/1/2012).
Dijelaskannya satu ekor Babi memiliki bobot 80-150 Kilogram dengan harga berfariasi antara Rp Rp.3.520.000.000 per ekor (tergantung berat seekor Babi). "Dalam sekali penjualan bisa 8 sampai 10 ekor Babi dengan onset puluhan juta rupiah," tutur pria yang berprofesi sebagai seorang guru di Pulau Lembeh ini. Lanjutnya, harga Babi yang sudah di potong memiliki beragam harga mulai dari kepala sampai kaki Babi. "Per kilo Rp 40 ribu, satu kaki Babi Rp 35 ribu, daging as (daging utuh) Rp 60 ribu, teripang (purut loku) Rp 35 ribu, dan kepala Babi Rp 60 ribu," kata dia.
Sementara itu bagi Rut Tampi pedagang Babi potong lainnya mengaku pemandangan seperti ini sudah berlangsung sejak tahun 80an di Girian atas.
"Setiap tahunnya memang seperti ini banyak penjual Babi potong," kata Tampi. Menurutnya ada sekitar 10 pedagang Babi potong setiap harinya namun menjelang hari besar agama Kristen bisa mencapai puluhan pedagang disepanjang jalan persimpangan Girian atas. "Ada 10 orang pedagang harian, sementara sisa pedagang dadakan," tambahnya.
Terpisah Meike Unggu pembeli Babi potong mengaku setiap tahun mencari dan membeli Babi untuk lauk saat merayakan Natal dan tahun baru di Girian atas. "Ini sudah menjadi kewajiban kami membeli Babi di Girian atas setiap tahunnya," kata Meike kepada Tribun Manado disela-sela membeli Babi.
Wanita pirang ini setiap melakukan transaksi pembelian sejumlah 5 Kilogran plus satu ekor kepala Babi. "Setiap beli Babi potong rata-rata 3 sampai 5 kilo ditambah 1 ekor kepala," tandasnya. Dari amatan Tribun Manado suasana pasar Babi potong mulai berlangsung pada pukul 05.00 subuh sampai pukul 15.00 sore. Dimulai dengan penikaman atau penusukan Babi sampai mati, dibakar dengan Blower, kemudian dipotong, lalu dijual.(christianwayongkere)