Pertanian
Yoan Senang Penelitiannya Juara I di Teknopreneurship Produk Pertanian
Jika tidak menyesuaikan dengan pasar, maka mahasiswa pertanian tertinggal oleh zaman
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Jurusan Teknik Pertanian bekerjasama dengan (Recognition and Mentoring Program) RAMP-IPB, Bogor melakukan kegiatan Lokakarya Pengembangan Teknopreneurship Produk Pertanian, yang bertujuan untuk melatih mahasiswa untuk menciptakan sebuah produk yang dapat diterima oleh mahasiswa, Jumat (26/11/2011).
Dalam sambutannya Dekan Fakultas Pertanian Prof Dr Ir jantje Pelealu MS mengungkapkan dengan adanya kegiatan tersebut para mahasiswa mampu menghasilkan produk pertanian yang dapat diterima oleh pasar.
"Sebab saat ini jika tidak menyesuaikan dengan pasar, maka mahasiswa pertanian tertinggal oleh zaman," ujarnya.
Sehingga para sarjana dari pertanian tidak hanya tergantung untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), melainkan pengusaha di masa yang akan datang. "Sebab di Sulut ini untuk potensi pertanian cukup banyak, namun belum dikembangkan," ungkapnya.
Ketua Program Studi Teknik Pertanian sekaligus tim kerjasama Teknik Pertanian Unsrat-RAMP IPB Ir Dedie Tooy MSi PhD mengungkapkan dalam lokakarya ini mahasiswa yang terdiri dari lima kelompok akan memprestasikan penelitiannya mengenai produk pertanian yang akan diajukan ke IPB.
"Mereka akan dinilai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan dari unsur perbankan, agar objektif," ungkapnya.
Hal tersebut dilakukan agar saat diajukan ke RAMP IPB dapat diterima dengan baik, sehingga mendapat dana untuk pengembangan yang besarnya Rp 30 juta. Selain itu, para mahasiswa yang proposalnya di terima akan mendapat pelatihan dari berbagai praktisi dunia usaha selama tiga minggu. "Dari 40 perguruan tinggi yang mengajukan, terpilih 10 perguruan tinggi, satu di antaranya Unsrat," ungkapnya.
Untuk itu diharapkan nantinya mahasiswa pertanian mampu membuat produk teknolohi pertanian yang berkualitas, berdaya saing, dapat diserap oleh pasar, yang pada girliriannya membantu mahasiswa dalam bersaing diera globalisasi dan teknologi.
Panitia Lokakarya Heri Pinatik STP MS mengungkapnya semoga saja dengan adanya kegiatan yang baru pertama kali dilakukan ini mampu meningkatkan minat mahasiswa dalam berinovasi.
Hasil dari penilaian kegiatan tersebut, Juara pertama, kelompok tiga yang terdiri dari Yoan Bolung, Deisy Pakiti, Anasthasia Mamentu, dengan judul makalah Rancangan Alat Pembuatan Kopra Putih Dengan Memanfaatkan Panas, Destilasi Kering Pembuatan Asap Cair dari Tempurung Kelapa.
Juara dua, Kelompok lima yang terdiri dari Vindriani Esra, OLivia Purukan, Gabriella Assa dengan judul Rancangan Alat Fermentasi Untuk Pembuatan Tepung Mokaf. Sedangkan juara ketiga direbut kelompok satu yang terdiri dari Gideon putera, Claudia Ruaw, Frisly Sayangbati, dengan judul makalah Flakes Pisang Goroho Siap Saji Untuk Nutrisi diet dan penderita Diabetes dengan Teknologi Sederhana. (erv)