Kebersihan
Novy Akui Minsel Kekurangan Angkutan Sampah
Novy Pusung, Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Minsel mengakui jika alat pengangkut sampah masih kurang
Penulis: David_Kusuma | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Novy Pusung, Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Minsel mengakui jika alat pengangkut sampah di instansi yang dipimpinnya masih kurang, untuk melayani wilayah Tumpaan-Amurang Barat.
Paskah ditariknya satu unit dump truk oleh pihak dealer karena belum lunas dibayar Pemkab Minsel sejak awal tahun ini, Kantor Kebersihan Minsel tersisa satu damp truk lagi, dan dua motor sampah.
"Idealnya untuk Tumpaan sampai Mobongo (Amurang Barat) itu minimal tiga dump truk dan lima motor sampah. Apalagi sekarang dua motor sampah masih utang," ucapnya.
Kondisi satu unit dump truk yang tersisa pun kata dia, sering mogo-mogok. "Satu truk sekarang mogok-mogok, makanya kadangkala sampah ada yang menumpuk, tetapi kami tetap usaha membersihkan," ucapnya lagi.
TPA Modern
Intalansi pengolahan sampah modern atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Modern di Mobongo, Kelurahan Kawangkoan Bawah Amurang Barat yang dikerjakan langsung provinsi, tanggal 5 Desember 2011 akan dihibahkan ke Minsel.
"Setelah dihibahkan, maka TPA Modern tersebut akan langsung difungsikan pengoperasiannya," ujar Novi Pusung, Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Minsel.
Proyek pembangunan TPA Modern ini senilai Rp 5,8 Milyar dari Kementrian PU, dimana pada hibah nanti Minsel juga akan menerima satu unit buldozer.
"Sekalian akan menerima satu unit buldozer senilai Rp 1,64 Milyar dari Dirjen Cipta Karya Kementrian PU, sementara nilai aset intalansi pengelohan sampah yang dihibahkan senilai 5,8 Milyar," ujar Pusung.
Hibah itu dalam rangka Hari Bakti Cipta Karya Kementrian PU, dimana Pemkab Minsel akan menyediakan garasi untuk alat berat, kantor pos jaga dan kantor pengelola untuk menunjang TPA Modern tersebut.
Selain TPA Modern, Minsel juga memiliki Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Tumpaan, dimana Rabu pekan lalu berlangsung sosialisasi dari Satker PLP Bidang Cipta Karya Dinas PU Sulut, yang melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ranotuana.
"Sosialisasi itu untuk menyukseskan program sanitasi, sekaligus meningkatkan kinerja tempat pengelolaan sampah terpadu di Tumpaan Baru dalam program Reduse, Reuse, Recycle, agar peran serta masyarakat meningkat dalam mengelola sampah," ujarnya menjelaskan. (vid)