Pengelolaan Cagar Alam Kasuari
Jongfajar Tolak Penguasaan Kasuari 100 Persen oleh Investor Swasta
Rencana mengubah cagar alam Kasuari menjadi wisata alam memperoleh sorotan dari Jongfajar klub.
Laporan Wartawan Tribun Manado Budi Susilo
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Rencana mengubah cagar alam Kasuari menjadi wisata alam memperoleh sorotan dari Jongfajar klub. Intinya pengalihan ini harus menjadi manfaat dan peluang bagi pemerintah daerah Kota Bitung.
Melalui Public Relation Jongfajar Klub, Sri Yuriza menuturkan, pengelolaan rencananya akan ditangani langsung oleh investor swasta.
"Dari kementerian kehutanan kabarnya telah ada investor yang meminatinya, apakah ini akan jadi manfaat bagi kita," ujarnya kepada Tribun Manado, Jumat (21/10/2011).
Karena itulah, sebaiknya dalam mengelola dan menjadikan lahan Kasuari sebagai tempat wisata alam, harusnya pemerintah daerah mampu kelolanya, jangan sampai secara penuh 100 persen jatuh ke tangan investor swasta apalagi berasal dari negara asing.
"Pemda mampu kelola maka akan menjadi sumber peningkatan pendapatan daerah kita. Yang untung dari rakyat dan untuk rakyat yang adil merata," katanya.
Sebagai langkah bijak, mengkomersilkan alam raya pun harus ditekankan keterjagaan keseimbangan alamnya.
"Untuk apa kalau ujung-ujungnya merusak yang rugi kita seluruh warga Indonesia, bukan saja provinsi Sulut," tegasnya.
Mengutip data yang diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Juni 2011, Provinsi Sulawesi Utara turun ke peringkat delapan dalam indeks kualitas lingkungan hidup. Di tahun 2009 yang diumumkan 2010, Sulawesi Utara berada di peringkat pertama dengan nilai 88,21 namun kali ini turun pada peringkat delapan dengan nilai indeks 84,18.
"Yang kita harapkan jangan sampai beralih jadi wisata alam hutan Kasuari rusak sudah terkontaminasi keserakahan manusia," ujarnya.
Berbeda dengan pemangku Lurah di Kasuari, beralih menjadi lokasi wisata alam, kawasan hutan Kasuari akan semakin memberikan manfaat bagi warga yang bertempat tinggal di lingkungan kelurahan Kasuari.
Hal ini berdasar pengakuan Muhammad Sulaiman Panto, Lurah Kausuari menuturkan, menyambut positif cagar alam Kasuari akan ditetapkan sebagai wisata alam. Karena akan memberi penghidupan bagi warga setempat.
"Peroleh banyak keuntungan. Alam tetap terjaga, warga pun bisa peroleh lapangan kerja baru," ungkapnya.
Menurutnya, bila warga setempat dilibatkan dalam dunia pekerjaan wisata alam maka akan ada tanggung jawab penuh menjaga kelestarian alam Kasuari.
"Kalau alam rusak berarti nanti warga akan kehilangan pekerjaan. Jadi alam dan warga harus ada saling membutuhkan," tutur Panto.
Terpisah, Kepala Seksi Wilayah Satu Konservasi Sumber Daya Alam Sulut, Hendriks Rundengan, menuturkan, cagar alam Kasuari sudah ada diminati investor untuk dibuat lokasi wisata.