Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penipuan

Gara-gara Panik, PNS ini Tertipu Rp 17 Juta

PNS bernama Fransiska Rompis (47) warga Banjer, tertipu mentah- mentah. Ia terlanjur transfer uang Rp 17 juta, ke rekening orang yang tak dikenal.

Penulis: Ryo_Noor | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
-  Seorang pegawai negeri sipil (PNS) bernama Fransiska  Rompis (47) warga Banjer,  tertipu mentah- mentah. Ia terlanjur transfer uang Rp 17 juta, ke rekening orang yang tak dikenal, yang belakangan diketahui sebagai penipu bermodus telepon anak kecelakaan, Sabtu (15/10) sekitar pukul 03.00 Wita.

Sebelumnya Fransiska panik setelah, menerima kabar anaknya Joan Wangow mengalami kecelakaan di Gorontalo. Kabar tersebut disampaikan seseorang yang mengaku bernama Briptu Handoko.

PNS tersebut akhirnya panik dan ketakutan, dan memastikan kabar tersebut. Ponsel  anaknya saat itu juga tak bisa dihubungi, dan sampai dini hari belum kunjung kembali ke rumah.  

"Kita ketakutan, subuh-subuh ba telepon, bilang anak so kecelakaan," ujar Fransiska.  Usai kontak dengan Briptu Handoko,  Fransiska kemudian disuruh menghubungi sebuah nomor lain, kali ini yang dihubungi mengaku seorang dokter, bernama dokter Syamsul.

Fransisca mengatakan, mendapat kabar anaknya kritis usai alami lakalantas, kakinya perlu diamputasi, jika tidak nyawa buah hatinya melayang.   Dokter meminta Fransiska segera mengirimkan uang senilai Rp 27 juta lewat anjungan tunai mandiri (ATM) untuk biaya peralatan operasi, namun Fransiska menyanggupi Rp 17 Juta.

Fransiska mengaku tak pikir panjang  cepat-cepat ia meraih kartu ATM-nya, kemudian mencegat tukang ojek, berkendara menuju  ATM Jalan Balai Kota, Tikala.  Ibu ini kemudian memencet tombol, mentransfer uang ke nomor rekening 1180007213209 milik Lusiana Astuti, dua kali masing-masing Rp 7 juta, total uang Rp 14 juta.

Usai mentransfer, dokter  Syamsul kembali menelepon minta uang tambahan, di tengah kepanikannya, Fransiska kembali mentransfer Rp 3 Juta ke rekening 1640000117848 milik Soesilo Hadi.    Belakangan Fransiska sadar ditipu setelah orang yang menelpon ponselnya tak lagi aktif ketika dihubungi kembali.  Saat pagi anaknya akhirnya pulang ke rumah dalam keadaan sehat.  Peristiwa itu pun dilaporkan ke Polresta Manado.(ryo)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved