Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lakalantas Maut

Firasat Frans Menjadi Kenyataan, Anaknya Tewas

Frans Mandagi (47) akhirnya harus menerima kenyataan pahit. Anak lelakinya bernama Rano Mandagi, dijemput ajal.

Penulis: Ryo_Noor | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Frans Mandagi (47) akhirnya harus menerima kenyataan pahit. Anak lelakinya bernama Rano Mandagi, dijemput ajal, usai mengalami kecelakaan lalu lintas maut, di Perempatan Jalan Konsolidasi, Paniki Bawah, Mapanget, Sabtu (8/10/2011) sekitar pukul 13.30 Wita.

Frans bersama Sukim istrinya, nampak tertunduk pasrah di ruang jenazah Rumah Sakit Wolter Mongisidi Teling Atas. Bersama sejumlah kerabat, pasangan suami istri itu menunggui jenazah Rano yang sementara dimandikan.  

Rano yang mengendarai sepeda motor Suzuki B 8474 UZC, tewas, setelah terlindas dum truk pelat nomor DB 8999 FY di perempatan jalan Konsolidasi.  Sebagian tubuh korban remuk, dari kaki kanan hingga dada, korban hanya bertahan 1 jam lebih,  nyawanya tak tertolong kendati sempat di bawa ke Rumah Sakit.

Frans, ketika ditemui Tribun Manado, nampak sedih, ia mengatakan, jauh sebelum anaknya dijemput ajal, Frans sudah punya firasat buruk.  Tepatnya dua hari lalu,di rumah tempat tinggalnya, sering dihinggapi burung, bersuara aneh, memekakkan telinga.  Tiap malam, burung itu datang membuat perasaan Frans tak tenang "Perasaan nda enak, makanya saya paeringatkan Rano, kalau mau keluar rumah hati-hati, tidak usah minum (miras), bawa motor pelan-pelan. Ternyata seperti ini (lakalantas) jadinya," ungkap Frans. (ryo)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved