Bantuan
Wah, Beras Bantuan Dijadikan Makanan Bebek
Beberapa warga Desa Rumbia, Kecamatan Langowan Selatan mengeluhkan beras bantuan dari
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO -
Beberapa warga Desa Rumbia, Kecamatan Langowan Selatan mengeluhkan beras
bantuan dari Pemkab Minahasa yang tidak layak dimakan.
Lobe Dito, warga Desa Rumbia yang diwawancarai Tribun Manado, Minggu (18/9/2011) mengatakan, bantuan beras untuk warga yang disalurkan pertengahan pekan kemarin tidak layak makan karena berwarna kuning dan berbau tidak sedap. Menurutnya, banyak warga yang mengeluh dan tidak mau menkonsumsi beras yang diberikan pemerintah.
"Kami kecewa pada bantuan beras dari Pemkab Minahasa, karena kualitasnya sangat buruk. Beras berwarna kuning, dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Kami sudah tertimpa bencana, tapi masih diberikan beras yang tidak layak dimakan,"
Dirinya mengatakan, selain berwarna kuning dan mengeluarkan bau tidak sedap, beras tersebut juga sudah hancur. Menurutnya, hampir tidak ada warga yang memasak beras tersebut.
"Kami tidak mau memasak beras tersebut, karena kualitasnya sangat buruk. Saya hanya menggunakan beras itu untuk makanan bebek," ujarnya.
Pemkab Minahasa melalui Dinas Sosial Minahasa menyalurkan 500 kilogram beras pada warga Desa Rumbia yang terkena bencana banjir. Masing-masing keluarga mendapat bantuan lima kilogram beras.
Terpisah, Camat Langowan Selatan, Rully Momor membantah Pemkab Minahasa menyalurkan beras yang tidak layak konsumsi untuk warga di Desa Rumbia. Menurutnya, beras yang dibagikan saat itu masih bisa dimakan dan tidak rusak. Kendati demikian dirinya mengakui warna beras itu sedikit kekuningan.
"Tidak benar kalau beras yang dibagikan tidak layak dimakan. Walau berwarna sedikit kuning, namun beras itu bisa dimakan. Kalau warga tidak mau, lebih baik berikan pada saya dan akan saya makan," ujarnya.
Dirinya menambahkan, beras yang dibagikan untuk warga Rumbia berasal dari Bulog. Menurutnya, beras tersebut langsung dibagikan pada warga saat diterima dari Bulog.