Bencana

Sungai Makalu Akan Dinormalisasi untuk Cegah Banjir

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) akan menormalisasi Sungai Makalu di Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara




TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO ‑ Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) akan menormalisasi Sungai Makalu di Kecamatan Pusomaen, Kabupaten Minahasa Tenggara, pascabanjir Sabtu (3/9/2011) yang merusak permukiman warga di empat desa.

"Kalau Sungai Makalu tidak dinormalisasi, setiap musim hujan airnya bisa meluap, merusak dan merendam permukiman warga," ujar Gubernur Sulut Sinyo H Sarundajang di Manado, Kamis.

Kata Sarundajang, Pemprov Sulut dan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) akan berkoordinasi mencari solusi untuk Sungai Makalu.

"Bisa saja akan dinormalisasi permanen dengan dibuatkan tanggul pengamanan sehingga tidak merusak permukiman warga saat hujan deras," katanya.

Hanya saja menurut dia, pekerjaan ini akan memakan waktu lama serta pembiayaan cukup besar. "Kami akan berjuang sehingga bisa ada dana untuk normalisasi sungai ini," katanya, sambil menambahkan mormalisasi sungai ini jangka panjang dan harus dituntaskan.

Gubernur Sarundajang mencontohkan terganggunya hutan di Gunung Potong, perbatasan Kabupaten Mitra dan Kabupaten Minahasa, berpotensi menimbulkan banjir.

Pohon‑pohon itu meranggas akibat tertutup debu pascaletusan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Selatan awal bulan Agustus.

Dikuatirkan bila hujan deras di Oktober 2011  Februari 2012 mengguyur kawasan hulu, bukan tidak mungkin anak sungai yang bermuara di Sungai Makalu akan meluap.

"Rumah warga yang hanyut dan rusak akan dicarikan solusi dengan merelokasi sementara sambil kita melakukan normalisasi Sungai Makalu. Kalau tidak, akan sia‑sia yang sudah diupayakan," ujarnya.

Karena itu menurut dia, Pemerintah Kabupaten Mitra harus secepatnya mendata total kerugian dan bersama‑sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut.

"Data ini akan dibawa ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian. Kami akan berjuang supaya dapat dananya," harap Sarundajang.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Provinsi Sulut JE Kenap mengatakan jajarannya telah menerima arahan Gubernur untuk segera melakukan normalisasi sungai tersebut.

Banjir akibat meluapnya Sungai Makalu Sabtu (3/9) memporak‑porandakan empat desa di Kecamatan Pusomaen yaitu Desa Makalu, Makalu Selatan, Tatengesan dan Tatengesan I. 

Di Desa Makalu terdapat 14 rumah hanyut, 47 rumah rusak berat dan 58 rumah rusak ringan. Sedangkan di Desa Makalu Selatan dua rumah hanyut, 19 rumah rusak berat dan 164 rumah rusak ringan.

Begitupun di Desa Tatangesan I sebanyak dua rumah hanyut, 11 rumah rusak berat dan 201 rumah rusak ringan. Sedangkan di Desa Tatangesan satu rumah rusak berat.

Selain merusak permukiman dan rumah warga, banjir juga merusak areal pertanian warga seluas 35,5 hektare dan menghanyutkan sejumlah ternak warga. (ant)  


Editor:
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved