Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lebaran Ketupat

Gubernur Lebaran Ketupat di Maasing

Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang silaturahmi ke masyarakat Kelurahan Maasing Manado untuk merayakan Lebaran Ketupat

Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Robertus Rimawan P


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang silaturahmi ke masyarakat Kelurahan Maasing Manado untuk merayakan Lebaran Ketupat yang berlangsung meriah namun khidmat, Rabu (7/9/2011) sekitar pukul 14.00 Wita. Gubernur berada di Kelurahan Maasing bersama beberapa anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Sulut antara lain Kajati Sulut I Made Arthana SH MH, Kapolda Sulut Brigjen Carlo Tewu, Danrem 131 Santiago Kol Robert Lumempow, Danlanudsri Letkol Pnb Yorry Koloay dan beberapa pejabat Eselon II Pemprov Sulut seperti Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Ir Tony Korah, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Drs Max Gagola MSi dan Kepala Biro Pemerintahan dan Humas B Mononutu, SH.

Setelah menikmati hidangan ketupat bersama lauk khasnya seperti opor ayam dan gulai kambing di rumah legislator Sulut Ir Djafar Al Katiri MPd MPDi, Gubernur kemudian menuju panggung utama yang dibangun oleh masyarakat dan berbaur dengan masyarakat Manado bahkan dari luar Manado yang bukan saja terbatas dari kalangan muslim yang mengunjungi Kelurahan Maasing untuk menikmati suasana Lebaran Ketupat. Gubernur kemudian mendengarkan laporan Ir Djafar Al Katiri yang antara lain menyatakan rasa syukur atas kehadiran Gubernur yang selalu memberikan perhatian dan waktu untuk kegiatan-kegiatan keagamaan seperti Bulan Ramadhan, Lebaran dan Bahkan Lebaran Ketupat ini.

Menanggapi hal tersebut Gubernur mengatakan bahwa Lebaran Ketupat ini adalah ungkapan syukur umat atas keberhasilan mereka melaksanakan ibadah di bulan suci Ramadan dan berhasil merayakan Idul Fitri. Lebaran Ketupat yang dirayakan secara rutin dari tahun ke tahun ini memang bukan saja menjadi hari yang dirayakan umat Muslim tetapi telah menjadi perayaan seluruh masyarakat tanpa memandang agama ataupun etnis. Itulah keindahan solidaritas dan kerukunan antar umat dalam agama itu sendiri, kerukunan umat antar agama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah yang selama ini menjadi kebanggaan Sulawesi Utara. 

Bukan itu saja, momentum ini kedepan akan dijadikan event wisata yang akan dimasukkan dalam kalender wisata tahunan Provinsi Sulawesi Utara. Gubernur menambahkan bahwa Lebaran Ketupat ini bukan saja berdimensi religius tetapi juga mengandung dimensi sosial dan budaya yang harus terus dipertahankan dan dikembangkan.

"Kita semua bersyukur pelaksanaan ibadah umat muslim di bulan Ramadhan, Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah tahun 2011 ini telah berlangsung dengan aman dan tentram. Atas nama pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulut yang telah menjaga suasana aman dan tentram ini," ujarnya.

Selanjutnya Gubernur menyaksikan Turnamen Catur yang dikemas dalam event "Rapid Chess Tournament" yang dilaksanakan Panitia Lebaran Ketupat bersama Jacko Foundation-nya Jackson Kumaat, yang berlangsung sehari penuh dan diikuti oleh kurang lebih 80 orang pecatur. Gubernur juga menyempatkan diri bermain catur melawan Master Nasional Mussa Manarisip yang merupakan seorang atlet Pra PON Sulut dan berakhir dengan hasil remis. (*/rob)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved