Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadhan

Sembako Aman Jelang Lebaran

Pemerintah Kota (Pemko) Manado jelang Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi terus memantau ketersediaan maupun harga sembako

Penulis: | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemerintah Kota (Pemko) Manado jelang Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi terus memantau ketersediaan maupun harga sembako. Selain itu, komoditas lainnya seperti margarin dan ketersedian daging juga. Ikut dipantau.

"Dapat kami laporkan saat ini ketersedian sembako di Manado cukup aman hingga Lebaran, begitu pula untuk harganya, masih dapat dikendalikan," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manado Fanny Sirang saat Rapat Koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Ruang Toar Limuut Kantor Wali Kota, Kamis (25/8/2011).

Sirang menambahkan  pihaknya setiap saat menurunkan tim pengawas di setiap pasar tradisional untuk melakukan pemantauan terhadap harga maupun  stok sembako. “Kami terus melakukan pemantauan di pasar-pasar,  agar jangan sampai ada oknum pedagang atau distributor yang menimbun sembako, apalagi menjelang  Lebaran," ungkapnya.

Namun dirinya memastikan stok sembako mapun kebutuhan lainnya tetap terjaga dengan baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab di distributor untuk sembako di Sulut, terdapat di Manado. "Kami bisa saja meminta distributor untuk menambah persediaan sembako jika nantinya hargamerangkak naik," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Manado Ir Ricky Poli menjelaskan untuk menghadapi Lebaran pihaknya menjaga stok daging sapi yang biasanya meningkat jelang Idul Fitri. Jika hari biasa konsumsi daging sapi warga Manado sebanyak 3000 kilogram per hari  atai sekitar 14-20 ekor sapi, namun saat Lebaran meningkat 500 persen menjadi 15.000 kilogram atau 90-100 ekor sapi. "Untuk menyediakan kebutuhan tersebut kami mendatangkan sapi dari Minahasa maupun Bolmong," katanya.

Begitu pula untuk daging ayam jika hari biasa konsumsi di Manado hanya 6000 kilogram per hari, jelang hari raya bisa mencapai 12.000 kilogram per hari. Untuk telur konsumsi masyarakat dapat mencapai 500 ribu butir per hari jelang Idul Fitri. "Untuk telur sudah ada tambahan pasokan dari Pulau Jawa," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Manado YB Waworuntu mengatakan menjelang H-3 sampai dengan H-2 yang merupakan puncak arus mudik, pihaknya terus melakukan pemantau di Terminal Malalayang melalui posko yang telah dibangun. Dengan mengecek fisik bus-bus yang akan mengangkut pemudik, maupun kesehatan para sopirnya. Untuk memastikan warga dapat melakukan mudik dengan selamat sampai tempat tujuan.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau  agar  warga jangan menggunakan angkutan plat hitam, untuk menuju keberbagai daerah seperti Gorontalo, Palu maupun Makassar. Sebab selama ini kejahatan yang terjadi, banyak dilakukan di plat hitam, sedangkan di angkutan umum maupun selain keselamatan lebih terjamin, para penumpang yang naik pun dijamin oleh asuransi.

Wali Kota Manado Vicky Lumentut mengungkapkan pihaknya meminta kepada instansi terkait untuk terus melakukan pengawasan agar masyarakat yang berlebaran maupun melakukan mudik dapat berjalan dengan lancar, tanpa hambatan apapun.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved