Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Produk Kedaluwarsa

Petinggi Hypermart Jelaskan Soal Produk Kedaluwarsa

Joosje mengatakan bahwa adanya temuan produk tersebut karena human error (kesalahan manusia).

Editor:

Laporan Wartawan Tribun Manado Reza Pahlevi

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO -  Joosje Tatipata, Vice President Marketing & Promotion Matahari Food Business (Hypermart & Foodmart), PT Matahari Putra Prima Tbk dan ditemani oleh empat petinggi lainnya berkunjung ke Tribun Manado, Sabtu (20/8/2011)

Dalam kunjungan ini, Joosje ditemani oleh Harry Purnomo, Regional General Manager Hypermart Indonesia dan Purnama Nugraha, serta Jhoike Pitoy, Manager Manado Trade Center (MTC) dan Arlene Lumbantoruan, Manager Hypermart Manado Town Squere (Mantos).

Joosje dan rombongan diterima oleh Pemimpin Redaksi Tribun Manado Richard Nainggolan,  Pemimpin Perusahaan Fahmi Setiadi dan redaktur Maximus S Geneva.

Kunjungan ini juga dalam rangka untuk memberikan penjelasan terkait adanya temuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manado atas produk yang sudah kedaluwarsa di Hypermart beberapa waktu lalu.

Joosje mengatakan bahwa adanya temuan produk tersebut karena human error (kesalahan manusia). Sebab ada 40 ribu jenis produk yang harus dilakukan pengawasan. Pun ada produk yang umur kedaluwarsanya pendek.

"Purely (murni) karena masalah human error," jelas Joosje.

Karena pihaknya, kata Joosje, sangat tidak mungkin mencari keuntungan dari produk Real Food tersebut. Karena keuntungan dari penjualan tersebut hanya Rp 27 sehingga tidak mungkin mengorbankan investasi miliaran rupiah.

Untuk mengatasi permasalahan produk kedaluwarsa. Pihaknya telah melakukan internal koreksi terkait temuan tersebut.

Jika menteri perdagangan dan Asosiasi Pedagang Ritel Indonesia (APRINDO) memberlakukan aturan penggantian dua kali lipat bagi produk kaduluwarsa.

Maka pihaknya lebih memperhatikan permasalahan ini. Bila ada pembeli yang mendapatkan produk kedaluwarsa maka mendapatkan penggantian tiga kali lipat.

"Justru di Hypermart kita ganti tiga kali lipat. Ini sebagai apresiasi kepada pembeli," jelas Joosje.

Dalam kesempatan ini juga Harry memberikan peringatan langsung kepada Arlene agar pengawasan terus ditingkatkan. Meski ada penggantian tiga kali lipat maka tidak boleh memanfaatkan penggantian ini dan melupakan pengawasan sehingga produk-produk langsung dipajang tanpa melalui pengawasan.

"Bukan berarti barang itu langsung diturunkan (dipajang), Saya tidak mau," jelasnya dan dijawab iya.

Richard menjelaskan bahwa prinsip Tribun Manado dalam pemberitaan selalu memihak kepada publik. Karena dengan adanya pemberitaan tersebut diharapkan bisa menjadi koreksi. Tidak hanya koreksi untuk Hypermart tetapi juga kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan juga kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebab jika tidak dilakukan koresksi dan didiamkan akan ada korban dari masyarakat akibat produk kedaluwarsa.

"Ini koreksi bagi Hypermart. Kalau tidak koreksi nanti tidak sadar," jelas Richard.

Hal ini menurut Joosje dan lainnya akan menjadi koreksi dan telah dilakukan internal koreksi sehingga tidak terulang kembali.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved