Komunitas
Pristy Maka Doakan yang Terkena Musibah
Kepedulian menjadi suatu kewajiban untuk membantu sesama yang sedang tertimpa musibah akibat letusan gunung Lokon .
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
"Meskipun saya tidak merasakan secara langsung penderitaan akibat gunung meletus merasa sedih dengan kejadian itu," kata gadis yang bernama lengkap Pristy Makka kepada tim edisi Minggu Tribun Manado sembari berharap kondisi gunung Lokon bisa normal lagi.
Kepada pemerintah kata gadis kelahiran Manado 27 Oktober 1993 terus menerus memberikan bantuan kepada para pengungsi di camp pengungsian. "Bantu apa mereka perlukan saat ini serta menata kembali lokasi yang dijadikan camp pengungsian," tutur gadis yang gemar membaca ini.
Sementara itu menurut Nindy Cahyani Makka masyarakat yang ada diluar Kota Tomohon pun harus memperhatikan keadaan sesama kita yang terkena musibah. "Seperti warga manado bisa memberikan bantuan berupa makanan dan obat-obatan," kata gadis yang gemar makan nasi gorang ini.
Selain memberikan bantuan tak lupa juga kita sebagai umat ciptaan Tuhan untuk mendoakan mereka. "Doa dan harapan agar semua kembali menjadi baik lagi," ucap pemilik Motto Hidup Selalu Berusaha Melakukan yang Terbaik.
Kepada pemerintah yang sangat memiliki peran sentral dari musbah ini harus terus menerus memberikan informasi terkait keberadaan status gunung Lokon . "Masyarakat perlu tau bagaiman statusnya agar mereka bisa kembali ke pemukiman tanpa ada rasa kuatir," ujar Nindy sapaanya.
Jika mereka kembali pulang dengan kondisi gunung bisa setiap saat meletus tentunya sangat beresiko dan membahayakan nyawa mereka.
Terpisah Fadilah Bachmid mengatakan akan membatu langsung apa yang mereka perlukan di camp pengungsian saat ini. "Saya akan bantu naik moril maupun materil," janji Dila begitu ia disapa. Untuk kebutuhan yang sangat diperlukan saat ini oleh para pengungsi berupat sembako, dan peralatan MCK.
Gadis yang tercatat sebagai mahasiswa Unsrat Manado ini berharap pemerintah tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada warga yang berada di camp pengungsian. "Berikanlan pelayanan kesehatan yang memadai, membangun camp yang layak, dan sedian air bersih," pinta pemilik motto hidup selalu berpikir positif.(christianwayongkere)