Kamis, 4 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kremlin, Pusat Peradaban Rusia...

Di benak sebagian pelancong asing, inti dari kunjungan ke Rusia adalah Kremin, atau Lapangan Merah yang berada di

Tayang:
Editor: Andrew_Pattymahu

Tepat berseberangan dengan Musoleum Lenin, terdapat gedung megah dengan arsitektur sangat khas Rusia yang dibangun tahun 1880. Itulah pusat pertokoan “GUM” paling tersohor di Moskwa yang ikut mempercantik Lapangan Merah. Semua merk terkenal dunia ada disana. Sebut saja Hugo Boss, Ferragamo, Kenzo, Cartier dan lainnya semua ada. Karena saking mahalnya barang-barang yang dijual di GUM, sebagian orang Rusia bilang, GUM tak ubahnya sebuah museum modern, karena bagi sebagian orang hanya bisa menikmati keindahan koleksi barang-barang yang ditawarkan tanpa bisa membelinya.

Di GUM inilah pelancong harus mencicipi es krim Rusia yang sangat terkenal. Hampir di semua sudut GUM terdapat penjual es krim “Gastronom No.1”. Sepanjang tahun, baik musim dingin apalagi musim panas, dengan berbekal 50 rubel (1,65 dollar) pelancong bisa mencicipi kelezatan aneka rasa es krim sambil menikmati air mancur yang ada di dalam gedung. Harum, indah, nyaman dan elegan.

Lapangan Merah berasal dari bahasa Rusia yakni Krasnaya Plosyad.  Pada galibnya, Krasnaya Plosyad juga berarti lapangan yang cantik. Kebetulan saja, lapangan itu dihiasi dengan sebuah bangunan berwarna merah dan pengusaha zaman komunis diasosiasikan dengan warna merah. Masih ingat kan, Soviet saat itu juga dijuluki negeri Beruang Merah, meskipun beruangnya banyak berwarna putih?

Kata cantik melekat pada square tersebut, konon muncul setelah berdirinya Gereja St. Basil yang dihiasi dengan kubah warna warni bak bawang bombai (layaknya kubah masjid di Indonesia). Gereja tersebut merupakan simbol kemenangan Rusia atas penjajahan Tatar selama 300-an tahun, yaitu ketika Raja Ivan III berkuasa. Anehnya, kubah gereja itu kini ditiru sebagai kubah masjid yang berdiri di jalan tol dekat Bandara Soekarno-Hatta.

Pagi, siang, sore malam, Lapangan Merah tak pernah sepi pengunjung. Mereka berfoto ria dari berbagai sudut dengan aneka gaya. Rakyat biasa, selebritas, politikus yang pernah ke Moskwa boleh dikatakan pasti mengunjungi Lapangan Merah. Disinilah sebagian besar event di Moskwa diadakan, mulai seremonial resmi pemerintah seperti peringatan hari kemenangan tanggal 9 Mei, atraksi jet darat formula 1 ataupun festival marching band antar negara.

Kremlin dapat dikunjungi setiap hari kecuali tutup setiap hari Kamis. Sedangkan Musoleum Lenin buka dari Selasa sampai Minggu dari pagi sampai jam 1.00 siang saja.

Biaya tiket ke Kremlin relatif mahal dibandingkan dengan museum lainnya di Rusia, sekitar 10 dolar untuk Museum Kremlin dan 25 dollar untuk Museum Armory. Bagi para pecinta berlian, harus merogoh kocek lebih dalam, tambahan sekitar 15 dollar. Meskipun “Diamond Fund” berada di dalam Museum Armory tetapi tetap harus membeli tiket lagi yang dijual di dalam Museum Armory. Ziarah ke Musoleum Lenin dan menikmati keindahan Lapangan Merah tidak dipungut biaya alias gratis.

Untuk mencapai Kremlin dan Lapangan Merah sangat mudah. Pelancong harus turun dari stasiun Metro Okhotny Ryad atau Aleksanrovsky Sad. Beberapa avtobus/ trolley bus juga melewati Kremlin dan Lapangan Merah.

Jadi, kalau Anda sudah memastikan untuk melancong ke Rusia, jangan pernah melupakan untuk berkunjung ke Kremlin. Dan diatas semuanya, Kremlin di Moskwa adalah puncak peradaban Rusia. "Pazalusta..." (silakan). (M. Aji Surya, diplomat Indonesia di Moskwa, Rusia, ajimoscovic@gmail.com)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved