Anak Hanyut
Indranita Berharap Egan Segera Ditemukan
Indranita Pattirani, ibu Egann Bua yang masih menghilang, tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Saat ditemui di
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Tribun Manado/Edi Sukasah
Hingga Sabtu (12/2/2011) Egan yang diduga terjatuh di got ini Jumat (11/2/2011), belum ditemukan.
Laporan Wartawan Tribun Manado, Edi Sukasah
TRIBUNNMANADO.CO.ID, MANADO - Indranita Pattirani, ibu Egann Bua yang masih menghilang, tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Saat ditemui di rumahnya yang terletak di Lingkungan VI Paniki Dua, kedua mata ibu merah lantaran menangisi Egan.
Sejak Egan hilang Indranita lebih banyak mengurung diri di kamar. Kepada Tribun Manado dia berharap anak bungsunya segera ditemukan.
"Dia memang paling suka kalau melihat air," ujar Indranita sambil mengusap airmata, Sabtu (12/2/2011).
Dikatakan, kejadian yang menimpa Egan berlangsung cepat. Saat itu Egan dan Friko, kakak korban, sedang makan di ruang tengah rumahnya sambil menonton televisi. Saat Friko mengambil air minum, Egan yang baru berumur dua tahun itu sudah tidak ada di tempat semula.
"Padahal pintu rumah tertutup, demikian pula pintu pagar tertutup rapat. Entah bagimana dia bisa keluar, tapi memang gerakan dia sudah lincah," tambahnya lagi.
Dia baru menyadari kejadian tersebut saat melihat Friko berlari kebingungan. "Dia (Friko) sempat dua kali bolak-balik mencari Egan, hal tersebut membuat ibunya heran. Dan, bertanyalah Ibunya kepada Friko apa yang terjadi," ujar seorang sanak saudara Indranita.
Indranita masih menyimpan harapan besar agar anaknya bisa ditemukan. Keluarga, sanak saudara, dan tetangga ikut membesarkan hati dia. Mereka mengunjungi Indranita silih berganti.
TRIBUNNMANADO.CO.ID, MANADO - Indranita Pattirani, ibu Egann Bua yang masih menghilang, tak dapat menyembunyikan kesedihannya. Saat ditemui di rumahnya yang terletak di Lingkungan VI Paniki Dua, kedua mata ibu merah lantaran menangisi Egan.
Sejak Egan hilang Indranita lebih banyak mengurung diri di kamar. Kepada Tribun Manado dia berharap anak bungsunya segera ditemukan.
"Dia memang paling suka kalau melihat air," ujar Indranita sambil mengusap airmata, Sabtu (12/2/2011).
Dikatakan, kejadian yang menimpa Egan berlangsung cepat. Saat itu Egan dan Friko, kakak korban, sedang makan di ruang tengah rumahnya sambil menonton televisi. Saat Friko mengambil air minum, Egan yang baru berumur dua tahun itu sudah tidak ada di tempat semula.
"Padahal pintu rumah tertutup, demikian pula pintu pagar tertutup rapat. Entah bagimana dia bisa keluar, tapi memang gerakan dia sudah lincah," tambahnya lagi.
Dia baru menyadari kejadian tersebut saat melihat Friko berlari kebingungan. "Dia (Friko) sempat dua kali bolak-balik mencari Egan, hal tersebut membuat ibunya heran. Dan, bertanyalah Ibunya kepada Friko apa yang terjadi," ujar seorang sanak saudara Indranita.
Indranita masih menyimpan harapan besar agar anaknya bisa ditemukan. Keluarga, sanak saudara, dan tetangga ikut membesarkan hati dia. Mereka mengunjungi Indranita silih berganti.