Sabtu, 2 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tabrak Kabel Listrik: Begini Nasib Kru Pesawat

Sebuah pesawat milik Angkasa Aviation Academy jenis Cessna 172 dengan Call Sign/ Registrasi: PK-WGU terjatuh di Sungai Rambatan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Istimewa
Pesawat Jenis Cessna jatuh di Sungai, Bangkai Pesawat Hilang, Satu Orang Berhasil Ditemukan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Sebuah pesawat milik Angkasa Aviation Academy jenis Cessna 172 dengan Call Sign/ Registrasi: PK-WGU terjatuh di Sungai Rambatan Cimanuk Desa Lamaran Tarung Blok Kijang Satu, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, Senin (22/7) sekitar pukul 14.50 WIB.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris, mengatakan bahwa penumpang pesawat berjumlah dua orang yang merupakan siswa dari AAA Pilot School Cirebon.

Baca: PAN Siap Dukung Jokowi-Maruf Tanpa Syarat: Ini Alasan Bang Zul

Disebutkan Kapolres, kedua korban yaitu Arthur Arfa (25) warga Kabupaten Pasuruan dan Muhammad Salman Al Farizi. "Korban atas nama Arthur Arfa saat ini dirawat di RSUD Indramayu dan rekannya Salman masih dalam pencarian," ujar AKBP M Yoris.

Berdasarkan keterangan saksi mata Carinih, dijelaskan Kapolres Indramayu dirinya sedang berada di sawah kemudian mendengar suara keras yang berasal dari pesawat. Pesawat itu oleng lalu menabrak kabel listrik dan terjun ke arah sungai.

Saksi mata lainnya, Warsani Milat, melihat ada dua orang korban keluar dari dalam pesawat. Disampaikan Kapolres, satu orang dapat diselamatkan. Namun, satu korban lainnya atas nama Muhammad Salman Al Farizi saat keluar pesawat terbawa arus sungai Cimanuk. Saat ini pihak kepolisian bersama warga, dibantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Indramayu, dan tim SAR dari Pol Airud Polda Jabar masih melakukan pencarian terhadap korban.

Berdasarkan informasi yang Tribuncirebon.com diterima, pesawat melakukan rute penerbangan lokal dengan POB 2 Orang dan ATD pukul 13.45 WIB dari Bandara Cakrabuwana Cirebon dengan ETA 15.15 WIB.

Baca: Alasan Anggota DPR Sukiman Tolak Rekonstruksi Suap di Halaman Masjid

Angkasa Aviation Academy (AAA), sekolah pendidikan dan pelatihan penerbang (pilot), anak usaha Lion Air group, mengkonfirmasi jatuhnya pesawat latih jenis Cessna di Sungai Rambatan Cimanuk, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Head of Training AAA Capt. Bulkan menerangkan, penerbangan latihan menggunakan pesawat Cessna 172 S registrasi PK-WUG.

"Usia pesawat itu adalah enam tahun dan dioperasikan AAA sejak 2013," kata Capt. Bulkan.

Dia menjelaskan, dalam terbang latihan tersebut membawa dua siswa atas nama Arthur Arfa (AA) sebagai pilot in command (PIC) dengan 115 jam terbang, dan Salman Alfarisi (SA) sebagai Safety Pilot Stage Training Mutual memiliki 105 jam terbang. Menurutnya, Arthur dalam kondisi selamat dan dalam penanganan rumah sakit. Sementara SA masih belum ditemukan.

"AA dalam kondisi selamat dan sudah mendapatkan penanganan di rumah sakit. Satu siswa atas nama Salman AA masih dalam proses pencarian (evakuasi)," jelasnya.

"AA akan menginformasikan kembali sesuai perkembangan terbaru," tutup dia.

Baca: Merapat ke Pemerintahan Jokowi: Gerindra Tawarkan Konsep Ini

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan pemantauan terhadap insiden kecelakaan pesawat latih dengan registrasi PK-WUG jenis Cessna 172 Skyhwak milik PT Angkasa Aviation Academy (AAA). Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan insiden yang dialami pesawat latih  tersebut dengan PIC Arthur Arfa dengan kondisi selamat dan dalam perawatan rumah sakit.

Sementara itu, Co Pilot bernama M Salman Al Farizi sampai saat ini masih dalam pencarian. "Kami telah mendapatkan laporan, saat ini kami sedang melakukan koordinasi terkait insiden tersebut dan KNKT akan segera melakukan investigasi terhadap insiden kecelakaan  ini " kata Polana.

Polana menambahkan, respons cepat telah dilakukan oleh stakeholder di antaranya Basarnas, dan kepolisian untuk segera melakukan evakuasi. Diketahui,  pesawat latih tersebut melakukan kontak pertama dengan tower Kertajati dengan posisi menuju Indramyu Area  Indramayu pada pukul 07:17 UTC dan pada pukul 08:13 UTC Tower Kertajati mendapat informasi dari crew pesawat PK-WUJ bahwa PK-WUG telah mengalami insiden di area Indramayu.

Dengan adanya insiden ini, Polana mengimbau kepada seluruh sekolah penerbangan di Indonesia untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan penerbangan. "Dan juga kepada seluruh penyedia layanan jasa transportasi udara untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, keamanan penerbangan, sehingga mencegah terjadinya hal-hal yang beresiko," kata Polana. (Tribun Network/man/ria/wly)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved