Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Detik-Detik Kematian, Setelah Jantung Berhenti Berdetak, Ternyata Ini yang Terjadi dengan Otak

Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami yang namanya mati. Meski pasti, namun kematian masih terus menjadi misteri bagi manusia.

Editor: Indry Panigoro
Livescience/(KatarzynaBialasiewicz)
Ilustrasi kematian 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami yang namanya mati.

Meski pasti, namun kematian masih terus menjadi misteri bagi manusia.

Bagaimana orang-orang melalui proses kematian dan apa yang terjadi pada mereka saat jantung berhenti berdetak.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ternyata seseorang yang telah dinyatakan meninggal karena jantungnya berhenti berdetak, tak langsung kehilangan kesadaran.

Hal itu dikarenakan otak mereka masih berfungsi beberapa saat setelah jantung berhenti berdetak.

Manusia yang mati tak langsung kehilangan kesadaran.

Baca: Kakak Adik Kembar Lakukan Hubungan Terlarang, Saat Main Sering Kepergok Istri hingga Tantang Ayah

Baca: TERUNGKAP SUDAH Pengacara Bongkar Isi Chat Barbie Kumalasari & Rey Utami, Soal Ikan Asin, Ide Siapa?

Baca: Arie Untung Bahas Soal Ikan Asin: Kisah Pansos dan Demi Gaya Hidup Diluar Kemampuannya

Mereka akan sadar setidaknya beberapa jam sebelum akhirnya benar-benar mati. Itu diperoleh dari hasil penelitian neurologi.

Para ahli saraf mengungkapkan, otak manusia tak langsung "shut down" begitu jantung berhenti berdetak.

Dr Sam Pania, direktur penelitian perawatan dan resusitasi kritis, di NYU Langone School of Medicine, New York, bersama dengan rekannya menyelidiki bagaimana otak mati.

Parnia mengungkapkan, saat pernapasan dan detak jantung berhenti, setidaknya selama dua sampai 20 detik manusia masih sadar.

Hal ini berkaitan dengan waktu korteks serebal dalam otak (Bagian otak yang menangani pikiran yang lebih tinggi, red) diperkirakan mampu bertahan tanpa oksigen.

Parnia mengetahui hal tersebut setelah meneliti sekitar 100 orang yang pernah mengalami henti jantung, dibantu dengan CPR, dan akhirnya sintas.

Ia mendeskripsikan, pasien yang mengalami henti jantung tetap melihat sang dokter bekerja dan berusaha menyelamatkan.

Parnia melanjutkan, selama henti jantung, manusia akan kehilangan semua refleks dari otak untuk sementara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved