NEWS
Terungkap 3 Fakta Suami Istri LIVE Hubungan Badan Berbayar Mie Istan
Pasangan ini diketahui mengajak anak-anak di bawah umur sekitar rumahnya untuk menonton hubungan adegan intim mereka secara langsung.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada tiga fakta yang terungkap dari perbuatan tak terpuji yang dilakukan oleh pasangan suami istri muda berinisial Ek (25) dan Li (24) asal Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Pasangan ini diketahui mengajak anak-anak di bawah umur sekitar rumahnya untuk menonton hubungan adegan intim mereka secara langsung.
Anehnya, anak-anak yang berjumlah enam orang itu dimintai tarif Rp 5.000 sampai Rp 10.000.
Uang itu kemudian hanya dibelikan rokok dan kopi oleh para pelaku.
Berikut fakta-fakta yang dirangkum sesuai keterangan Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota dan Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah Kabupaten Tasikmalaya.
Baca: 5 FAKTA Suami Istri Berhubungan Badan di Depan Anak-anak, dari Rp 5.000 hingga Buat Bocah Terangsang
Baca: Fakta & Kronologi Lengkap Suami Istri Berhubungan Badan di Depan Anak-anak, Sempat Main Saat Ramadan
Baca: Cukup dengan Rp 5.000 Atau Mie Instan, Anak-anak Bisa Nonton Langsung Suami Istri Berhubungan Badan
Follow yuk Instagram Tribun Manado:
1. Pasutri lakukan seks "live" pada Mei 2019 saat bulan puasa
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro mengatakan, pasutri melakukan sex live yang ditonton anak-anak sebagai korbannya dilakukan sekitar pertengahan bulan Mei atau saat bulan puasa.
Mereka secara sengaja mengajak para korban untuk menonton adegan dewasa tersebut.
Para pelaku berhubungan intim di kamarnya dan mengarahkan para korban untuk menonton di jendela kamarnya yang sengaja dibuka oleh para pelaku.
"Kejadiannya sekitar bulan Mei atau bulan puasa dan dilakukan pada malam hari di bulan puasa," ujar Dadang, Rabu (19/6/2019).
Sampai sekarang, motif perbuatan pasutri tersebut masih didalami dan sedang proses pemeriksaan lebih lanjut.
Keduanya telah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan di sel Mako Polres Tasikmalaya Kota.
"Sudah ditahan dan masih diperiksa lebih lanjut," tambahnya.
2. Para korban lapor ke guru ngaji
Kejadian ini bermula diketahui saat para korban atau anak-anak yang nonton tersebut memberitahukan yang dialaminya ke guru ngaji di daerahnya.