Sulawesi Utara
Forever Oceans Investasi di Sulut, Budidaya Ikan Bobara Pakai Teknologi Canggih
Forever Oceans, perusahaan marine kultur asal AS berinvestasi di Sulawesi Utara (Sulut) senilai sedikitnya 50 juta dollar AS.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Forever Oceans, perusahaan marine kultur asal AS berinvestasi di Sulawesi Utara (Sulut) senilai sedikitnya 50 juta dollar AS.
Perusahaan berbasis di Virginia, AS ini ekspert di bidang budidaya perikanan laut.
"Mereka budidaya ikan semua pakai teknologi terkini.
"Semua serba komputer dan belum ada di Indonesia," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Sulut, Ir Ronald Sorongan kepada TribunManado.co.id usai peresmian investasi di Four Points by Sheraton Manado, Sulut, Senin (17/06/2019).
Khusus di Sulut, perusahaan ini akan membudidayakan ikan jenis Amberjack, salah spesies dari Ikan Kuwe atau selama bahasa lokal biasa disebut Bobara.
"Perairan air hangat seperti di Sulut ini sangat cocok pengembangan Bobara ini dan itu sudah dipelajari mereka," kata Sorongan.
Ia mencontohkan keunggulan teknologi yang dimiliki, ikan dibudidaya dalam Keramba Jaring Apung (KJA) yang tahan dari terjangan arus dan badai.
"Biar dihantam ombak, tergulung, ikan tak akan lepas," kata Sorongan yang sudah melihat langsung budidaya ala Forever Oceans di Hawaii.
Lalu, jaring apung yang ada bila kotor, ada robot yang membersihkannya secara berkala.
Pemberian makanan terprogram untuk mendapatkan berat ikan dan kadar protein tertentu.
Begitu pula sistem pemberian makanan, juga dilakukan terkomputerisasi.
"Ikan diberi makan sesuai usia, target berat badan dan kadar gizinya.
"Dilakukan mesin dan diatur komputer," katanya.
Apa yang istimewa juga, ikan dibudidaya sesuai target yang diharapkan.
Misalnya, ikan akan dipanen pada ukuran, berat dan kandungan gizi tertentu.