Yordania vs Indonesia: Duel David Melawan Goliath
Ujian perdana Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia berhasil dilaluinya dengan baik. Bertandang ke Myanmar
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ujian perdana Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia berhasil dilaluinya dengan baik. Bertandang ke Myanmar pada bulan Maret silam, skuat Garuda berhasil menang dua gol tanpa balas lewat lesakan Greg Nwokolo dan Ilija Spasojevic.
Setelah sukses melewati ujian perdana tersebut, skuat Garuda kini dihadapkan dengan kondisi laga tandang yang lebih sulit. Mereka akan menghadapi Yordania pada laga uji coba berlabel FIFA Matchday di Amman International Stadium, Yordania, Selasa (11/6).
Baca: TKN Minta MK Tolak Permohonan Prabowo: Kubu 02 Yakin Menang, Ini Alasannya
Laga ini layak disematkan sebagai pertarungan David melawan Goliath. Bagaimana tidak, Timnas Indonesia yang berada pada 159 ranking FIFA per 4 April 2019, akan menantang Yordania yang terpaut 62 posisi di atasnya.
Kendati demikian, misi utama Timnas Indonesia pada laga ini bukanlah meraih kemenangan, melainkan membiasakan pemain beradaptasi ketika menyambangi markas lawan.
Menurut McMenemy, para pemainnya harus mempersiapkan diri dengan perjalanan jauh, cuaca panas, hingga perbedaan waktu, sebelum berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2022. ”Selain mempersiapkan taktik, mental pemain juga harus siap.
Baca: Inilah yang Dilakukan Umat Kristiani di Mandolang Minahasa saat Perayaan Idulfitri
Mereka harus terbiasa dengan perjalanan jauh, cuaca, hingga perbedaan waktu,” kata McMenemy seperti dikutip dari lawan PSSI.
Memang, untuk menghadapi laga kali para pemain Indonesia harus melakoni perjalanan yang cukup melelahkan. Mereka harus terbang selama 19 jam dari Jakarta menuju Amman. ”Saya ingin pemain siap untuk pertandingan nanti, tidak hanya mengerti akan apa yang harus dilakukan di lapangan, namun juga harus mempersiapkan mental,” kata McMenemy.
Meski tak menargetkan kemenangan, McMenemy mengaku akan sangat senang jika pasukannya bisa mengalahkan Yordania. Apalagi selama ini Indonesia memiliki tren negatif tak pernah menang ketika menghadapi tim asal Timur Tengah.
Baca: Mantan Dirut Pertamina Divonis 8 Tahun Penjara: Ini Karier Wanita Hebat Asia Versi Forbes
”Kita tahu Timnas Indonesia memiliki catatan buruk ketika menghadapi tim dari Timur Tengah. Saya ingin mengubah tren negatif tersebut,” tukas pelatih asal Skotandia ini.
Rekor pertemuan Indonesia melawan tim dari Timur Tengah memang buruk. Khusus melawan Yordania, dari tiga kali menantang tim tersebut di Amman, tiga kali pula Timnas Garuda pulang tanpa hasil. Pertemuan pertama terjadi pada 2004, Indonesia takluk 1-2 dari Yordania. Disusul kekalahan 0-1 pada 2011, dan 0-5 tiga tahun berselang.
Namun, mengalahkan Yordania jelas bukan misi yang mudah. Sebab, Andik Vermansah dkk tidak hanya menghadapi materi pemain Yordania yang lebih kuat, tekanan dari pendukung tuan rumah, namun juga hambatan berupa suhu panas mencapai 35 derajat.
Live On
Indosiar
Selasa (11/6) Pukul 20:00 WIB/21:00 WITA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/simon-mcmenemy.jpg)