Puasa Sehat
Berbuka Puasa Harus Dengan yang Manis, Tapi Harus Makanan Manis yang Sehat Ya
Sebab saat itu, mereka yang berpuasa seharian penuh, berbuka melepas dahaga dan rasa lapar.
TRIBUNNEWS.COM -Di bulan suci Ramadhan adzan maghrib adalah yang paling ditunggu-tunggu.
Sebab saat itu, mereka yang berpuasa seharian penuh, berbuka melepas dahaga dan rasa lapar.
Untuk membatalkan puasa alias berbuka puasa banyak yang menyarankan berbukalah dengan yang manis.
Memang benar saat berpuasa seharian penuh gula darah akan terus menurun sepanjang hari karena kita tidak mendapat asupan makanan lain.
Gula darah sendiri adalah sumber energi utama tubuh.
Untuk menggantikan energi yang hilang ini, kita butuh menu berbuka puasa yang tepat.
Gula bisa cepat meningkatkan kadar gula darah yang turun setelah berpuasa.
Makanan dan minuman manis, seperti; teh manis atau pisang goreng, tidak memiliki gizi yang cukup untuk menggantikan nutrisi yang hilang selama seharian beraktivitas.
Makanan manis ini justru bisa menurunkan gula darah dengan sangat drastis setelah makan.
Akibatnya, kita merasa lemas dan ngantuk setelah buka puasa.

Dilansir dari British Nutrition Foundation, sebaiknya kita tidak mengonsumsi banyak makanan atau minuman manis dengan gula tambahan setelah berpuasa.
Selain bisa bikin gula darah turun dengan drastis, asupan kalori dan gula yang terlalu banyak bisa membuat berat badan malah naik meski sedang berpuasa.
Lebih baik pilih makanan manis alami yang juga mengandung serat dan bernutrisi tinggi.
Jus buah atau smoothies, kurma, es buah tanpa pemanis tambahan, buah segar, buah kering, atau buah yang dibekukan, misalnya pisang beku salut cokelat, adalah makanan manis yang paling baik untuk berbuka puasa.
Satu butir kurma ukuran sedang, misalnya, mengandung sekitar 23 kalori, 6,2 gram karbohidrat dengan 5,3 gram gula dan 0,7 gram serat.