Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ini Tanggapan Sekjen Gerindra soal Hasil Survei Litbang Kompas

Ahmad Muzani mengatakan pihaknya harus terus bekerja keras menghadapi Pemilu Legislatif 2019 meskipun berdasarkan survei Litbang Kompas

Editor: Rhendi Umar
ist
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pihaknya harus terus bekerja keras menghadapi Pemilu Legislatif 2019 meskipun berdasarkan survei Litbang Kompas, partainya memperoleh 17 persen suara.

"Sekali lagi pada akhirnya kita harus kerja keras, dan hasil akhirnya 17 april, survei itu hanya memotret keadaan, hasil surveinya juga berbeda-beda," ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (21/3/2019),

Muzani mengatakan selama ini pihaknya selalu menanamkan kepada kader partai bahwa apapun hasilnya elektabilitas Partai Gerindra berdasarkan survei sejumlah lembaga, kader harus tetap bekerja keras. Karena menurutnya hasil lembaga survei merupakan potret keadaan saat survei itu digelar bukan pada saat pemungutan suara. Sehingga menurutnya potensi perubahan suara sangat besar.

"Saya sudah berkali-kali ngomong apakah survei hasilnya menyenangkan atau sebaliknya tak menyenangkan kita. kalau kami memahami survei itu sebagai cara memotret dari lembaga yang melakukan survei, kami tetap harus memperbaiki kinerja, kami harus terus menyempurnakan kinerja agar hasilnya harus lebih baik dari yang dikatakan lembaga survei,"katanya.

Berdasarkan survei internal menurut Muzani, elektabilitas Partai Gerindra tidak berbeda jauh dengan elektabilitas PDIP. Hanya saja Muzani enggan menyebutkan angka elektabilitas partainya itu.

"Sudah, angkanya berhimpitan dengan saudara kami PDIP, tapi nantilah," pungkasnya.

Hasil survei Litbang Kompas 22 Februari-5 Maret menunjukkan elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerindra masih yang paling tinggi ketimbang partai politik peserta pemilu lainnya.

PDI-P sebagai partai pemenang pemilu 2014 dipilih oleh 26,9 persen responden.

"Jika dalam satu bulan ke depan potensi elektabilitas ini tidak ada perubahan, boleh jadi PDI-P akan mencatatkan diri sebagai parpol pertama yang bisa memenangi pemilu untuk kedua kali berturut-turut sejak era reformasi ini," tulis peneliti Litbang Kompas Yohan Wahyu dikutip dari Harian Kompas, Kamis (21/3/2019).

Kendati demikian, peluang PDI-P menjadi juara bertahan akan tetap dibayangi oleh parpol lain, terutama Partai Gerindra. Partai Gerindra yang juga merupakan rival PDI-P di pemilihan presiden dipilih oleh 17 persen responden.

 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tanggapi Survei Litbang Kompas, Sekjen Gerindra Sebut Berhimpitan dengan PDIP

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved