Sajjad, Warga Afganistan yang Bakar Diri Meninggal, Ini Tanggapan Kepala Rudenim Manado
Meninggalnya Sajjad (24), warga Afghanistan, mendapat tanggapan dari Kepala Rudenim Manado Arthur L Mawikere, Rabu (13/02/2019) tadi.
Penulis: Tirza Ponto | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Meninggalnya Sajjad (24), warga Afghanistan, mendapat tanggapan dari Kepala Rudenim Manado Arthur L Mawikere, Rabu (13/02/2019) tadi.
"Iya, kami sudah mendengar informasi bahwa si Sajjad sudah meninggal dunia di rumah sakit ( RSUP Prof dr RD Kandou) Malalayang," ujarnya kepada Tribunmanado.co.id.
Ditambahkannya, sekarang kami masih berupaya untuk penanganannya.
"Informasi yang kami dapat, jenazah dibawa ke masjid dan dimandikan di sana," tambahnya.
Saat ditanyakan lokasi pemakaman apa akan dipulangkan ke daerahnya, Kepala Rudenim mengatakan tidak.
"Sebab di sini sudah ada aturannya. Untuk lokasi pemakaman kami masih berkoordinasi dengan Kepala Basarnas di sini, di mana lokasi pemakamannya," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, warga Afghanistan bernama Sajjad (24), penghuni rumah detensi imigrasi (Rudenim) Manado yang membakar diri Kamis (07/02/2019) dikabarkan meninggal dunia, Rabu (13/02/2019).
Kabar itu Tribunmanado.co.id dapat dari salah satu sahabat Sajjad bernama Rizla Roy.
Di akun Facebooknya, Rizla Roy membagikan kabar duka itu.
Rizla Roy mengunggah satu foto dengan caption Rip Sajjad (emoticon sedih) Kasiang eeeeew qt (saya) masih nda (belum) percaya.
Di foto itu terlihat tiga orang berdiri di samping seseorang yang tubuhnya sudah tertutup dengan kain berwarna putih.
Berikut unggahannya:
Rip Sajad (emoticon sedih)
Kasiang eeeeeew qt masih nda perya

Potingan yang diunggah 33 menit lalu itu langsung dibanjiri dengan 30 komentar turut berduka cita dari netizen.
Hingga berita ini diturunkan, postingan itu sudah dibagikan sebanyak 6 kali.