Manado Masuk Kota Kotor oleh KLHK, Mor: Bukan Kotanya yang Kotor, Tapi TPA-nya Penuh

Manado Masuk Kota Kotor oleh KLHK, Mor: Bukan Kotanya yang Kotor, Tapi TPA-nya Penuh

Manado Masuk Kota Kotor oleh KLHK, Mor: Bukan Kotanya yang Kotor, Tapi TPA-nya Penuh
Istimewa
Pengangkut Sampah di Manado 

Manado Masuk Kota Kotor oleh KLHK, Mor: Bukan Kotanya yang Kotor, Tapi TPA-nya Penuh

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Wakil Wali Kota Manado Mor Bastian menjelaskan penyebab Manado dinobatkan sebagai kota besar terkotor 2018 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam penilaian Adipura.

"Masalahnya adalah TPA kita sudah tidak bisa menerapkan sistem sanitary landfile," kata dia.

Sebut Mor, banjir bandang 2014 membuat TPA di Sumompo penuh

Para warga beraktivitas di sekitar TPA Sumompo, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (21/1/2018).
Para warga beraktivitas di sekitar TPA Sumompo, Tuminting, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (21/1/2018). (TRIBUN MANADO/ANDREAS RUAUW)

Hal itu menyebabkan sistem sanitary landfile tak dimungkinkan.  "Sistem sanitary landfill adalah setiap ditaruh sampahnya ditutup dengan tanah, dan lokasi di TPA kita sudah pasti tidak memungkinkan untuk hal tersebut, penilaian adipura adalah TPA sanitary landfile, makanya kita tidak dapat Adipura, " kata dia.

Baca: Perampokan Rumah Camat Mapanget, Ini Imbauan Kapolresta Manado!

Baca: Kapolresta Manado Sudah Kantongi Identitas Pelaku Perampokan Rumah Camat Mapanget

 

Sebagai solusi, ungkap Mor, Pemkot Manado melakukan MOU dengan pemerintah provinsi untuk buat TPA regional.

Untuk sementara, pihaknya berupaya mengurangi jumlah sampah yang ada.

"Jadi bukan kotanya yang kotor, " kata dia.

Ia menyebut predikat kota kotor jadi cambuk bagi pihaknya untuk bekerja lebih keras lagi.

Mor mengklaim kota Manado justru lebih bersih dibanding dengan saat dapat Adipura lalu. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved