Buaya Terkam Manusia

Sandal Deysi Sebelah di Kandang Buaya, Sebelah di Luar, Ini Dugaan Merry Penyebab Deysi Diterkam

Sandal Deysi Sebelah di Kandang Buaya, Sebelah di Luar, Ini Dugaan Merry Penyebab Deysi Diterkam

Sandal Deysi Sebelah di Kandang Buaya, Sebelah di Luar, Ini Dugaan Merry Penyebab Deysi Diterkam
Tribun Manado / Alexander Pattyranie
Sandal Deysi tuwo di sebelah kandang buaya 

Sandal Deysi Sebelah di Kandang Buaya, Sebelah di Luar, Ini Dugaan Merry Penyebab Deysi Diterkam

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Merry Supit (36), warga Jaga X, Ranowangko, Minahasa, Sulawesi Utara, mantan karyawan perusahaan pembibitan mutiara dan pemberi makan buaya tersebut, punya cara khusus saat memberi makan buaya itu.

Saat diwawancarai Tribunmanado.co.id di TKP buaya serang manusia, di Jaga VII Ranowangko, Jumat (11/01/2019), Merry Supit mengungkapkan hal tersebut kepada tribunmanado.co.id.

"Kami mendekat ke kandangnya lalu menepuk-nepuk dinding bagian dalam kandang itu sampai buaya datang mendekat dan membuka mulutnya, tinggal melempari makannnya," ujar Merry.

Merry menduga, saat Deysi menepuk-nepuk tembok pagar kandang itu, ia tak menyadari kalau buayanya sudah berada di bawahnya.

Baca: 9 Fakta Kasus Buaya Terkam Deasy Tuwo di Ranowangko: Kronologi, Kondisi Jasad hingga Milik WN Jepang

Baca: BKSDA Sulut akan Evakuasi Buaya Peliharaan WN Jepang yang Terkam Deasy Tuwo ke Bitung

Baca: Cerita Pemandi Jenazah Deasy Tuwo yang Diterkam Buaya Peliharaan, Begini Kondisi Jasad Korban

Baca: Buaya Penyerang Deysi Bernama Merry, Ini Penjelasan Mantan Pengurus Buaya yang Juga Bernama Merry

Pasalnya, dari amatan tribunmanado.co.id, saat itu air dalam kadang buaya sekitar 1 meter di level normalnya, tinggal butuh 1,50 meter untuk meraih tangan Deysi.

Sandal Deysi Tuwo di Kandang Buaya
Sandal Deysi Tuwo di Kandang Buaya (Tribun Manado / Alexander Pattyranie)

Mendapati kabar Deysi diterkam buaya, ia bergegas ke tempat kejadian perkara.

Saat ia tiba sekitar pukul 09.00 Wita, sandal setengahnya Deysi berada di luar kandang, setengahnya lagi terapung di dalam kandang.

Dari amatan tribunmanado.co.id pukul 13.30 Wita, air di dalam kandang telah dikuras.

Di bagian dasar jarak sekitar 4 meter dari lubang pembuangan terlihat pakaian milik Deysi yang tak jelas warnanya karena tertutup lumpur.

Di dekat pakaiannya itu terlihat juga seperti bagian tubuh dari jasadnya yang sedang terapung. (Tribunmanado.co.id/Alexander Pattyranie)

Penulis: Alexander Pattyranie
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved