Bara Hasibuan Soroti Soal Kecurangan Elpiji Subsidi di Sulut

Kalau Rp 20.000 masih bisa, tapi kalau sudah Rp 30.000 pertabung sudah keterlaluan, ini harus diperbaiki

Bara Hasibuan Soroti Soal Kecurangan Elpiji Subsidi di Sulut
NET
ilustrasi Tabung gas LPG 3 kg. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Elpiji 3 kilogram di Sulut disiapkan melebihi kuota, tapi kerap kali terjadi kelangkaan di masyarakat.

Bara Hasibuan, Anggota Komisi VII DPR RI mengangkat masalah ini ketika rapat bersama Pertamina dan Pemprov Sulut di Depot Pengisian Bahan Bakar Pesawat Bandara Sam Ratulangi, Jumat (11/1/2019).

"Soal stok di Sulut aman, tali sistem distribusinya di lapangan harus diperbaiki," kata dia.

Persoalannya banyak orang tak berhak membeli elpiji, akibatnya jangankan warga di desa, bahkan di kota pun di waktu tertentu kesulitan dan alami kelangkaan elpiji

Ia mencontohkan, rumah makan kerap memborong elpiji 3 kilogram, akibatnya harga penjualan elpiji bisa melonjak tinggi

"Kalau Rp 20.000 masih bisa, tapi kalau sudah Rp 30.000 pertabung sudah keterlaluan, ini harus diperbaiki," kata dia.

Bara mengusulkan, harus ada sanksi lebih berat bagi pelaku yang mencurangi elpiji subsidi. "Misalnya hukuman penjara 6 bulan, harus ada konsekuensi hukum," ungkap dia.

Sementara itu, Gandhi Sri Widodo, Direktur Logistic, Suplly Chain dan Infrastructur Pertamina mengatakan, untuk sanksi pidana belum diatur UU.
Hanya sanksi administrasi ke pangkalan atau agen penyalir elpiji jika menyalurkan tidak sesuai aturan.

Pernah dulu ketika masih penggunaan minyak tanah, ada disebut kartu kendali.

Kartu ini diberikan ke orang yang berhak menerima subsidi negara.
"Yang tidak punya kartu tidak boleh, tapi masalah di lapangan kartu ini juga diperjualbelikan, ini dinamika di lapangan," ujar dia.

Persoalan elpiji bukan hanya distribusi saja, paling parah kasus oplosan elpiji.

Gas elpiji 3 kilogram diborong kemudian dipindah ke gas elpiji 12 kilogram non subsidi yang harganya jauh beda. (*)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Charles Komaling
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved