Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Seorang Nelayan di Tongkaina Ditemukan Meninggal Dalam Kamar Mandi, Dimulutnya Terdapat Darah

Pria paruh baya itu ditemukan tak bernyawa sekira pukul 14.40 Wita, Rabu (26/12/2018) dengan mulut mengeluarkan darah.

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Ist
Djamal Waule 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Indri Fransiska Panigoro

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang nelayan bernama Djamaluddin Waule (64), Warga Kelurahan Tongkaina, Lingkungan III, Kecamatan Bunaken, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) ditemukan tewas dalam kamar mandi milik keluarga Djamal-Djailani.

Baca: Tak Hanya Gunung Krakatau, 4 Gunung Berapi Ini Juga Punya Letusan Terbesar Dalam Sejarah

Pria paruh baya itu ditemukan tak bernyawa sekira pukul 14.40 Wita, Rabu (26/12/2018) dengan mulut mengeluarkan darah.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribunmanado, berdasarkan keterangan saksi Mina Djailani (52) yang tak lain adalah istrinya, pada tanggal 23 Desember 2018, Mina mengajak anaknya Marsita Waule (33), untuk pergi ke Lembe Bitung.

Baca: Detik-detik Penembakan Letkol Dono Terekaman CCTV, Berpakaian Preman, Pelaku Acungkan Senjata, Dorr!

Mina dan anaknya pun meninggalkan sang suami sendirian dan dalam keadaan sehat di dalam rumah.

Aparat kepolisian mendatangi TKP di Kelurahan Tongkaina, Lingkungan III.
Aparat kepolisian mendatangi TKP di Kelurahan Tongkaina, Lingkungan III. (Ist)

3 hari berselang, saat keduanya kembali dari Bitung, Ia langsung mencari suaminya.

Bagai disambar petir, saat hendak ke kamar mandi, Mina terkejut mendapati suaminya yang sudah tergeletak tak bernyawa di lantai dengan mulut yang berdarah.

Spontan, Ia lantas berteriak meminta pertolongan warga.

Kapolsek Bunaken Iptu Muhammad Riza Rahman
Kapolsek Bunaken Iptu Muhammad Riza Rahman (TRIBUN MANADO/INDRI PANIGORO)

Warga dan kepala lingkungan setempat kemudian menghubungi pihak kepolisian.

Kapolsek Bunaken Iptu Muhammad Riza Rahman saat dikonfirmasi Tribunmanado.co.id membenarkan kejadian tersebut.

Kapolsek Bunaken
Kapolsek Bunaken (TRIBUNMANADO/INDRI PANIGORO)

"Dari informasi yang kami dapat, korban memang di diagnosa oleh dokter mengidap penyakit infeksi paru-paru (Pnemonia), dan itu sudah satu tahun," jelas kapolsek, Rabu (26/12/2018) malam via WhatsApp.

Baca: Warga Bengkulu Dihebohkan dengan Suara Dentuman Misterius, Saksi Sebut Suara Berasal dari Laut

Lanjut perwira dua balok emas itu, usai di diagnosa, Djamal juga sudah mendapat larangan keras untuk tidak lagi merokok dan mengonsumsi miras.

Baca: Handen, Warga Pakuure Tiga Pengancam Polisi Diamankan Polres Minsel

"Informasi yang kami dapat begitu, namun katanya larangan itu tidak diindahkan oleh almarhum," kata Riza.

Baca: Detik-detik Penembakan Letkol Dono Terekaman CCTV, Berpakaian Preman, Pelaku Acungkan Senjata, Dorr!

Saat ditanya lebih jauh soal penyebab kematian warga Tongkaina tersebut, lulusan Akpol angkatan 2013 itu tak mau berspekulasi lebih jauh.

Baca: BMKG Peringatkan Erupsi Gunung Anak Krakatau Berpotensi Sebabkan Longsor dan Cuaca Ekstrem

"Untuk meninggalnya karena apa kami belum bisa menduga-duga, soalnya dari pihak keluarga sendiri menolak untuk dilakukan autopsi disertai Surat Pernyataan Penolakan. Cuman kalau feeling saya sesuai riwayat penyakit almarhum, kemungkinan almarhum saat mau mandi, beliau batuk, kemudian langsung tak sadarkan diri," jelas perwira dikenal akrab dengan kalangan pers itu.

Baca: Ini Motif Perwira TNI Ditembak hingga Tewas di Jatinegara

Untuk langkah kepolisian kata Riza, selain menerima laporan dan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihaknya juga melakukan pulbaket saksi dan melakukan koordinasi dengan Unit Sat Reskrim Polresta Manado. (Ind)

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved