Uskup Rolly Untu Pimpin Misa Natal di Guaan

Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, akan memimpin misa Natal di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan.

Uskup Rolly Untu Pimpin Misa Natal di Guaan
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC 

Laporan Wartawan Tribun Manado, David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, akan memimpin misa Natal di Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan, Selasa (25/12/2018).

Ia bersama Diakon Eky Lalio bertolak dari biara suster JMJ Tompaso Baru pagi ini ke Guaan.

Sebelum ke Guaan, Uskup Rolly sapaan akrabnya singgah di pastoran Paroki Tompaso Baru.

Ia menemui Pastor Paroki Tompaso Baru Pastor Marianus Toiyo dan Pastor Marsel Rarun MSC yang membantu perayaan Natal di Paroki Tompaso Baru.

Baca: Insentif Bagi Para Pemuka Agama di Bolsel Untuk Triwulan ke IV Sudah Cair

Baca: Malam Natal, Umat Stasi Keroit Makan Malam Bersama dengan Uskup Rolly Untu

Ia menginap di Tompaso Baru setelah sebelumnya memimpin misa Vigili Malam Natal di Stasi  Keroit, paroki Tompaso Baru.

Ia bertolak ke Tompaso Baru, Selasa (25/12/2018) tengah malam setelah makan bersama dengan pastor Stasi Keroit Pastor Joseph Ansow dan Pastor Angky Kangdumas, pastor yang membantu di Stasi Keroit dan sekitarnya untuk perayaan Natal.

Dalam renungan misa Vigili Malam Natal, Uskup Rolly mengatakan, perayaan besar tahun ini agak lain. Tahun demi tahun katanya berbeda.

Baca: Inilah Daftar Keluarga Band Seventeen yang Meninggal Dunia karena Musibah Tsunami Banten dan Lampung

Baca: Kisah Cinta Dylan Sahara dan Ifan Seventeen, Disatukan dan Dipisahkan di Tepi Pantai

Baca: 5 Pohon Natal Terunik di Dunia, Termasuk di Rijksmuseum Amsterdam

"Waktu masuk Keroit dengan kabut tebal saya teringat Eropa. Di sana juga sering waktu Natal dingin dan berkabut," katanya, Senin (24/12/2018).

Walau berbeda-beda kata dia semua dalam suasana kelahiran Yesus. Berdasarkan Bacaan Kitab Suci katanya berbeda-beda cara menanggapi.

"Tahun ini kita merenungkan dalam cara memandang gembala-gembala. Gembala mendapat kabar dari malaikat Tuhan adanya kesukaan besar dan tandanya bagi mereka seorang bayi berbaring di palungan," ujarnya.

 Menarik kata dia Sang Juru Selamat hadir bagi gembala-gembala. Juru Selamat  bukan hadir di keramaian kota.

 "Mereka tidak terpandang, tidak berpendidikan, bukan ilmuwan, kebanyakan hidup apa adanya, hidup berpindah-pindah mencari makanan ternak. Mereka mempertaruhkan hidup untuk dirinya sendiri," katanya.

Tuhan katanya juga hadir di Keroit. Ia ingin semua membagi sukacita Natal kepada semua orang.

Uskup berkati anak dalam Misa Malam Natal di Keroit

Penulis: David_Manewus
Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved